Beranda Jateng Sumur Bor Bisa Atasi Kekeringan di Klego Boyolali

Sumur Bor Bisa Atasi Kekeringan di Klego Boyolali

230
Jajaran Komisi D melihat meteran air yang dipasang di atas sumur dari bantuan Dinas ESDM Jateng di Desa Tanjung, Klego, Boyolali, Kamis (25/4/2019). (dok DPRD Prov Jateng)

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI — Ketua Komisi D Dr Alwin Basri titip pesan kepada M Syukron selaku Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tirto Argo Runting untuk mengelola air baku secara tepat.

Kelompok masyarakat yang ada di Desa Tanjung, Kecamatan Klego, Boyolali itu menjadi salah satu dari delapan penerima bantuan pembuatan sumur bor untuk daerah rawan kekeringan dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng tahun anggaran 2018.

“Tolong dikelola secara baik dan benar. Kalau ada kendala teknis segera diatasi, jangan sampai pelanggan protes. Pengelolaan air ini ada sisi kemanusiaan dan juga finansial,” pinta Alwin saat memimpin kunjungan kerja Komisi D ke Boyolali, Kamis (25/4/2019).

Hal yang sama dilontarkan Wakil Ketua Komisi D Hadi Santoso. Pengelolaan air baku secara swadaya oleh masyarakat perlu komitmen bersama supaya tidak ada pertentangan secara internal. Di Wonogiri pun juga demikian, kelompok masyarakat mengelola luweng (mata air) secara swadaya tanpa ada protes warga.

Dalam penjelasannya kepada Komisi D, M Syukron menyatakan, wilayahnya masuk daerah rawan kekeringan. Dari hasil rembug warga disepakati untuk pemenuhan air baku membuat sumur bor.

Selain pengajuan usulan bantuan kepada pemerintah, masing-masing warga secara swadaya membangun instalasi pipa mulai dari lokasi sumur bor ke bak penampung sampai ke masing-masing rumah. Sampai sekarang ini ada 123 pelanggan. Untuk tarif pemakaian air disepakati Ro 1.500 per m3

Sementara saat mendampingi rombongan Komisi D, Solichedi dari Dinas ESDM Jateng menjelaskan, pada tahun anggaran 2018 ada delapan lokasi penerima bantuan sumur bor untuk daerah rawan kering.

Selain di Boyolali, bantuan lain untuk Blora, Wonogiri, Purworejo, Kendal, Kota Semarang, Jepara, dan Kabupaten Magelang. Masing-masing bantuan senilai Rp 283 juta untuk pembuatan sumur dan bor. Untuk tahun anggaran 2019 ini ada sembilan lokasi lagi. (adv)