Beranda Jateng Solo Tagih Gaji Dua Bulan, Puluhan Buruh Garmen di Sukoharjo Geruduk Pabrik

Tagih Gaji Dua Bulan, Puluhan Buruh Garmen di Sukoharjo Geruduk Pabrik

14
Pengacara Badrus Zaman saat melakukan mediasi buruh dengan pemilik PT Pi Xiu. Foto : Ade Ujianingsih/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Puluhan buruh garmen CV. Pi Xiu di Desa Jati, Gatak, Sukoharjo harus menerima kenyataan pahit. Dirumahkan mendekati Lebaran, gaji mereka selama dua bulan, Maret dan April belum juga dibayar.

Berulang kali dialog mediasi, namun tak juga membuahkan hasil. Hanya janji – janji yang didapat setiap kali bertemu dengan pimpinan perusahaan yang dikenal juga mempunyai banyak cabang usaha.

Kali ini dengan pengamanan polisi, sebuah pertemuan mediasi kembali dilakukan. Direktur CV. Pi Xiu bernama Hariyanto, dihadapan perwakilan buruh yang didampingi advokat Badrus Zaman kembali berjanji melalui surat kesanggupan bermaterai.

“Jika surat kesanggupan ini nanti diingkari, jelas merupakan pelanggaran hukum. Maka kami siap menempuh jalur hukum,” kata Badrus usai pertemuan mediasi, Jum’at (22/5/2020).

Dalam surat itu disebutkan bahwa pembayaran hak buruh atau karyawan akan dibayarkan pada 30 Juli 2020 mendatang pada pukul 15.00 WIB. Besaran gaji yang dibayar menyesuaikan status karyawan.

“Mengacu pada hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, maka pengusaha harus memenuhi tanggung jawabnya apapun yang terjadi,” kata Badrus

Menurut pria yang juga Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) MPC Solo ini, sistem pengupahan telah diatur dalam Pasal 90 UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK).

“Jadi, pengusaha jangan berlindung dibalik bencana wabah Covid-19 sebagai alasan untuk lari dari tanggung jawab. Mereka sudah menangguk untung sebelum wabah ini terjadi,” imbuhnya.

Karena iba dengan nasib buruh, Badrus secara spontan memberikan bantuan beras untuk buruh Ter PKH tersebut.

Salah satu karyawan yang gajinya belum dibayar, Alisia Gandhi (38) mengatakan ia berharap pemilik pabrik tidak mengingkari janjinya lagi.

“Semoga bulan Juli besuk pemilik menepati janjinya membayarkan hak kami, ada 100 an teman kami yang berharap,” tandas Gandi. (dea)