Beranda Hukum & Kriminal Tak Kuat Hidup Berat, Suntoro Ngendat

Tak Kuat Hidup Berat, Suntoro Ngendat

BERBAGI
GANTUNG DIRI: Seorang pria warga Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh ditemukan tergantung di pohon mangga dekat rumahnya, kemarin.
GANTUNG DIRI: Seorang pria warga Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh ditemukan tergantung di pohon mangga dekat rumahnya, kemarin.

JATENGPOS.CO.ID, PURWOREJO – Suntoro (46), warga Dusun Jurutengah Desa Pamriyan Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon, Minggu (7/1).  Diduga, korban tidak kuat menahan beban pikiran sehingga memilih jalan pintas dengan bunuh diri.

Peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh tetangganya, Sutirah (40), yang saat itu melintas di lokasi kejadian. Saat ditemukan, posisi korban tergantung tali di sebuah batang pohon mangga berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya, sekitar pukul 07.00 WIB.

“Korban pertama ditemukan oleh tetangganya yakni Sutirah yang waktu itu melewati bawah pohon mangga tersebut. Korban diduga meninggal karena gantung diri dengan menggunakan tali plastik sepanjang 110 Cm,” ungkap Wakapolsek Pituruh, Iptu Harry Isworo.

Oleh saksi, peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak desa dan kepolisian. Korban saat itu mengenakan pakaian serba hitam dan berkalung sarung warna kotak-kotak.

“Setelah dapat laporan warga kami langsung cek TKP. Korban saat itu masih memakai celana pendek dan jaket hitam. Kemudian kami evakuasi,” lanjutnya.

Setelah mendapatkan pemeriksaan medis dari petugas, penyebab kematian korban dinyatakan murni karena bunuh diri. Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Kemudian jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Dugaan sementara, korban nekat melakukan bunuh diri akibat mengalami depresi lantaran beratnya beban pikiran.

“Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan, kemudian korban kami kembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terangnya.

Kepala Desa Pamriyan, Budi Susilo, menyebutkan bahwa peristiwa itu sempat menggegerkan warga. Sebagian besar warga tidak menyangka lelaki pendiam itu nekat gantung diri.

“Para tetangga tidak ada yang mengira. Korban dikenal pendiam sehingga ketika memiliki masalah sering dipendam sendiri,” sebutnya.

Budi menambahkan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab yang melatarbelakangi korban sehingga nekat melakukan aksi bunuh diri. Namun, korban diketahui memiliki seorang istri dan dua orang anak.

“Saya belum mengetahui motif korban sehingga melakukan perbuatan itu,” ujarnya. (top/jpnn/muz)

BERBAGI