Beranda Hiburan Tandai Tiga Dekade, Luncurkan The Best Album

Tandai Tiga Dekade, Luncurkan The Best Album

Eksistensi Grup Band Power Slaves

201
Power Slaves Band. Foto : DOK/JATENG POS
Power Slaves Band. Foto : DOK/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Power Slaves band asal Kota Lunpia Semarang, kemampuan musikalitas dan eksistensinya patut diacungi jempol, sebagai salah satu legenda band genre rock. Grup band ini mampu bertahan hingga usia 29 tahun dengan karya musiknya, mewarnai jagad musik Tanah Air.

Eksistensi yang ditunjukan masing-masing personilnya yang tak muda lagi itu, menjadi prestasi maksimal yang ditorehkan band yang kini mempunyai enam personil yakni, Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (Bass), Wiwek Soedarno (Keyboard), Ambang Krismanto (Gitar), Roby Rahman (lead gitar) dan Anton Juliiet (drum), kemampuan musikalitas mereka seperti tak lekang dimakan waktu.

Heydi Ibrahim sang vokalis yang merupakan salah satu pentolan band rock yang mengawali debutnya dikancah dunia musik Tanah Air diera tahun 1990 an, mengatakan, meski sempat berganti personil, Power Slaves tetap kompak menjadi sebuah band legendaris yang masih dicintai penggemarnya.

“Tentunya tak mudah untuk kami bisa bertahan hingga usia 29 tahun, atas komitmen kuat sebagai musisi yang mempunyai pandangan musik yang sama untuk satu visi selama hampir tiga dekade tersebut. Kami tetap mampu bertahan dan terus berkarya,” ujarnya, di sebuah Café di Semarang, belum lama ini.

Lanjut Heydi, berbagai inovasi untuk menumbuh kembangkan kreatifitas bermusik bandnya. Power Slaves juga membuahkan ragam karya musik yang menjadi soundtrack sinetron idola milenial ‘Anak Langit’ dan meluncurkan albun The Best selama perjalanan karir bandnya.

“Belum lama ini kami luncurkan album The Best Power Slaves dengan single lagu hits berjudul ‘ Hanya Kamu ‘ di Hard Rock Café Jakarta. Karya rilis ulang album yang berisi lagu-lagu hits dari album – album lawas itu, sebagai bukti bahwa Power Slaves masih tetap berkarya dan dinanti penggemar setia pecinta musik rock semua segmen umur,” jelasnya.

Menyambut hari ulang tahun ke 29 di bulan April 2020 mendatang, Power Slaves juga berencana menggelar konser roadshow dari café ke café di beberapa Kota di Indonesia. Konser tersebut, sebagai rasa syukur atas eksistensinya, masih mampu bertahan di blantika musik Indonesia.

“Selain sebagai rasa syukur, dalam event roadshow nanti kami juga mendekatkan diri kembali secara langsung kepada penggemar yang masih setia menemani Power Slaves hingga menginjak usia tiga dekade,” imbuhnya.

Power Slaves berharap, diluncurkanya album baru The Best yang mendaur ulang lagu-lagu rock yang pernah ngehits tersebut, sebagai jawaban rasa kangen kepada penggemar dan masyarakat luas pecinta musik. Dan bisa mengingatkan kembali kejayaan Power Slaves diera tahun 90an yang mampu bertengger sebagai band rock papan atas Tanah Air. (ucl/muz)