Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tari Bolling, Tingkatkan Hasil Belajar Keragaman Suku dan Budaya Bangsa

Tari Bolling, Tingkatkan Hasil Belajar Keragaman Suku dan Budaya Bangsa

64
Susi Ermawati, S.Pd Guru SDN 1 Bringin Kec. Batealit Kab. Jepara

Ilmu Pengetahuan Sosial memiliki karakteristik materi yang begitu luas karena materi IPS mencakup segala aspek kehidupan manusia yang kompleks. Hal tersebut, berimbas pada siswa. Mereka harus memahami semua materi yang ada dalam materi pelajaran IPS sehingga berdampak pada hasil belajar yang dicapai siswa. Pembelajaran IPS di kelas IV SDN 1 Bringin Tahun 2020 masih belum maksimal dalam pelaksanaannya. Hal ini terbukti hasil belajar masih rendah utamanya pada materi keragaman suku bangsa. Jumlah siswa yang belum tuntas (KKM=65) terdapat 20 siswa dengan prosentase 69% dari 29 siswa.   Selain cakupan materi yang begitu luas, pasifnya siswa dalam mengikuti pembelajaran juga menjadi salah satu faktor rendahnya hasil belajar.

Atas dasar tersebut, dibutuhkan kreativitas dan inovasi dari guru dalam mengelola pembelajaran. Metode pembelajaran yang interaktif dapat digunakan untuk membuat siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Uno & Mohamad (2012:7) mengemukakan pendapatnya tentang pengertian metode pembelajaran bahwasanya metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru dalam menjalankan fungsinya dan merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penulis melakukan suatu inovasi metode pembelajaran efektif yaitu dengan menerapkan metode Tari Bolling untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa.

Tari Bolling merupakan kolaborasi metode menari dan permainan bolling. Tari (dalam wikipedia) adalah gerak tubuh yang secara berirama yang senada dengan alunan musik yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu dengan tujuan untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Irama yang berupa alunan musik tersebut digunakan dalam tari untuk mengatur gerakan penari dan menggambarkan maksud dari tarian tersebut. Metode menari yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah menari dengan gerakan yang dilakukan berkelompok dan diiringi lagu daerah. Selain berkaitan dengan muatan materi yaitu lagu daerah, penulis juga menggunakan metode menari sebagai cara dalam melestarikan seni dan budaya sebagai bangsa Indonesia.

. Bolling sendiri merupakan singkatan dari “bola menggelinding.” Bola dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai benda bulat yang dibuat dari karet dan sebagainya untuk bermain-main. Menggelinding sendiri berasal dari kata dasar gelinding yang mendapatkan imbuhan me– yang mempunyai arti berguling-guling seperti roda berputar. Permainan yang diterapkan penulis digunakan dengan tujuan peningkatan aktivitas belajar siswa. Hal ini senada dengan pendapat Kimpraswil dalam As’adi Muhammad (2009: 26) bahwa permainan mempunyai arti usaha olah diri yang bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas.

Tahapan Tari Bolling dalam pembelajaran yaitu: (a) siswa berkelompok menari memutari bola diiringi lagu daerah; (b) secara bergantian siswa menggelindingkan bola supaya mengenai botol pioneer; (c) siswa mengambil botol yang terjatuh kemudian mengambil gulungan kartu berisi soal dan menjawabnya; (d) siswa menempelkan kartu pada rumah suku budaya bangsa yang tepat. Tahapan tersebut diterapkan pada materi keragaman suku bangsa, lagu daerah, bahasa daerah, pakaian adat, rumah adat dan tarian daerah.

Tari Bolling setelah diterapkan dalam pembelajaran ini mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu siswa menjadi aktif dalam pembelajaran. Siswa belajar melalui pengalamannya sendiri. Siswa pun juga belajar menguri-uri budaya yang dimiliki bangsa Indonesia melalui menari. Diharapkan Tari Bolling ini dapat diterapkan dalam pembelajaran lainnya.

 

Oleh: Susi Ermawati, S.Pd

Guru SDN 1 Bringin Kec. Batealit Kab. Jepara