Beranda Jateng Kedu Tarif Stadion Moch Soebroto Dikaji, PSIS Siap-siap Rogoh Kocek Lebih Dalam

Tarif Stadion Moch Soebroto Dikaji, PSIS Siap-siap Rogoh Kocek Lebih Dalam

90
BERBAGI
Pemkot Magelang mulai mengkaji tarif baru Stadion Moch Soebroto setelah diusulkan menjadi homebase sementara PSIS Semarang. FOTO:WIWID ARIEF/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. MAGELANG- Pemkot Magelang langsung melakukan kajian terkait penetapan tarif kepada tim promisi Liga 1, PSIS Semarang, pasca-audiensi dengan Walikota Magelang, Sigit Widyonindito. Sesuai aturan Perda No 18 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha bahwa tarif stadion kebanggaan warga Magelang itu sebesar Rp12 juta untuk setiap pertandingan.

”Kami mengajukan tarif sewa tersebut kepada manajemen PSIS Semarang. Namun karena komitmen dari Manajemen PSIS akan memakai selama setahun atau semusim, maka kami tawarkan tariff secara global yang meliputi pertandingan, latihan hingga pertandingan ujicoba,” kata Kasi Penataan Bangunan dan Lingkungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR), Wisnu Chrisna Hidayat, kemarin.

Menurut dia, jika tarif sewa diglobalkan setiap laga, maka dirasa tidak terlalu memberatkan. Hal ini juga akan diterapkan lantaran dianggap memudahkan pihak Manajemen PSIS Semarang.

”Namun dari manajemen PSIS belum bisa memberikan jawaban karena mereka juga masih menunggu kepastian jadwal pertandingan secara resmi. Jadi kami juga masih perlu untuk terus komunikasi terkait tariff sewa tersebut,” jelasnya.

Wisnu menambahkan bahwa tarif sesuai perda bisa saja berubah. Hal ini bergantung kondisi laga yang dipertandingkan.

Jika pada malam hari, kata dia, maka praktis sewa yang harus dibayar pun bertambah karena membutuhkan 4 penerangan dari tiang lampu.

”Jelas nanti tarifnya akan berbeda, kalau pertandingan dilakukan malam hari karena membutuhkan lampu penerangan,” papar dia.

Seluruh penerangan di stadion, sebut Wisnu, terdapat 94 lampu yang tiap lampu kapasitasnya 2.000 watt. Jika disesuaikan dengan kapasitas listrik stadion sebenarnya masih kurang ideal karena hanya 188 KLVA.

”Untuk itu, kami juga sudah memikirkannya dan siap menyediakan genset dengan daya 5.000 watt,” sebutnya.

Terkait kesiapan dan kelayakan Stadion, Wisnu menyebut bahwa Stadion Moch Soebroto sudah sangat layak. Hal ini karena sejak awal dibangun tahun 2008 lalu perencanaan stadion adalah tipe A dengan standard rumput internasional.

”Hingga tahapan tahun kemarin tuntas, Stadion Moch Soebroto direncanakan menelan total dana Rp128 miliar. Setelah ini ada anggaran lagi Rp90 miliar untuk tribun utara dan sarana lain sebesar Rp20 miliar,” jelas Wisnu. (wid/jpnn/muz)

BERBAGI