Beranda Hukum & Kriminal Tarik Dana Kompensasi Jalan, Kades Diproses Hukum

Tarik Dana Kompensasi Jalan, Kades Diproses Hukum

124
BERBAGI
Penyidik Polres Boyolali melakukan pelimpahan tahap dua kasus dugaan Pungli Kades Teras.

JATENGPOS.CO.ID. BOYOLALI– Seorang kepala desa di Kecamatan Teras, Boyolali menjadi tersangka kasus dugaan pungutan liar (Pungli). Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satuan Reskrim Polres Boyolali melakukan pelimpahan tahap dua kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Boyolali, Senin (12/3).

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi melalui Kasat Reskrim AKP Willy Budiyanto, tersangka yakni Heri Dwi Widianto, Kepala Desa Teras. Heri menjadi tersangka kasus Pungli dalam penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) kawasan perumahan yang akan dibangun pengembang di desanya.

“Hari ini (kemarin) kami lakukan pelimpahan tahap dua (pelimpahan barang bukti dan tersangka) ke Kejaksaan Negeri (Boyolali),” ujar Willy kepada para wartawan.

Penyelidikan dan penyidikan kasus Pungli tersebut berawal dari laporan warga ke Gubernur Jateng melalui media sosial. Inti dari laporan tersebut yakni adanya dugaan pungutan liar dalam penerbitan IMB di Desa Teras, Kecamatan Teras.

Laporan itu ditindaklanjuti oleh Tim Saber Pungli Propinsi. Selanjutnya kasus itu diarahkan ke unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Boyolali.

Polres Boyolali pun segera melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan dan dilakukan gelar perkara, kasus tersebut ditingkatkan ke proses penyidikan. “Dalam kasus ini penyidik menetapkan Kades Teras, Heri Dwi Widianto sebagai tersangka,” katanya.

Petugas menyita sejumlah barang bukti. Selain sejumlah dokumen dan kwitansi, juga uang tunai yang diduga hasil Pungli sebesar Rp 110.612.000.

Pelimpahan tahap kedua dilakukan penyidik, setelah berkas penyidikan tersangka dinyatakan lengkap oleh Kejari Boyolali. Penyidik membawa satu boks berisi berkas penyidikan dan barang bukti.

Dikatakan dia, tersangka dikenai Pasal 12 huruf e UURI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana sudah diubah dalam UURI No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Sementara terpisah Kasi Pidsus Kejari Boyolali, Setiawan Joko, menyatakan telah menerima pelimpahan tahap dua dari penyidik Polres Boyolali, atas kasus dugaan Pungli dengan tersangka Kades Teras tersebut.

Dikatakan, Kades Teras, Heri Dwi Widianto diduga telah melakukan pelanggaran. Dalam kurun waktu 2016 – 2017, dengan kekuasaannya telah memaksa PT. Adi Propertindo untuk membayar penerbitan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), kompensasi jalan dan transport sebesar Rp 57,8 juta.

Pungutan tersebut untuk pendirian perumahan bersubsidi, Griya Teras Asri 2 dan 3. “Pembayaran dilakukan pada tanggal 11 November 2016. Dalam pungutan ini, tidak didasari aturan,” kata Wawan kepada wartawan.

Tersangka juga kembali melakukan pungutan pada April 2017 sebesar Rp 120 juta untuk membayar kompensasi makam dan jalan. Dalam pungutan kedua ini, Desa Teras telah membuat peraturan desa No. 10/2008/IV/2017. Namun aturan ini belum ada evaluasi dari Bupati.

“Jika PT. Adi Propertindo tidak membayarkan pungutan itu, maka Kades tidak mengizinkan pengembang membangun perumahaan bersubsidi di wilayah Desa Teras. Pengembang pun terpaksa memberikan sejumlah uang itu ke Kepala Desa,” jelasnya. (aji/saf/muz)

BERBAGI