Beranda Jateng Banyumas Tarik Wisatawan, Pemkab Banjarnegara Gencarkan Promosi Desa Wisata

Tarik Wisatawan, Pemkab Banjarnegara Gencarkan Promosi Desa Wisata

11

JATENGPOS.CO.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah terus menggencarkan promosi desa wisata yang ada di wilayah setempat baik secara konvensional maupun secara digital.

“Promosi terus digencarkan sebagai salah satu upaya menarik minat wisatawan, tujuannya untuk menggerakkan perekonomian lokal terutama di tengah pandemi COVID-19,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Banjarnegara Agung Yusianto di Banjarnegara, Minggu.

Dia mengatakan pihaknya meyakini bahwa desa wisata akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di tengah kondisi pandemi COVID-19 asalkan ada upaya yang kuat dari berbagai pihak.

Terutama karena desa wisata yang ada di wilayah ini, menurut dia, memiliki area yang luas dan pemandangan alam yang indah serta tradisi budaya yang khas.

“Area yang luas dengan pemandangan yang indah dan udara yang segar pada saat ini menjadi salah satu potensi karena memungkinkan masing-masing wisatawan untuk menjaga jarak dan tetap menjaga protokol kesehatan,” katanya.

Karena itu pihaknya terus memotivasi para pengelola desa-desa wisata yang ada di wilayah setempat untuk terus menggali potensi yang ada di wilayahnya masing-masing yang sekiranya dapat menarik minat wisatawan.

Dia mencontohkan beberapa waktu terakhir ini pihaknya telah berkunjung langsung ke sejumlah desa wisata yang ada di Banjarnegara misalkan Desa Wisata Pagak di Kecamatan Purwareja Klampok. Selain itu juga Desa Gumelem di Kecamatan Susukan.

“Kedua wisata itu memiliki berbagai potensi yang dapat menarik minat wisatawan selain pemandangan yang indah juga memiliki potensi sejarah dan budaya yang memiliki daya tarik tersendiri, belum lagi potensi ekonomi kreatif yang menjadi pendukungnya,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya berharap desa-desa wisata yang ada di Banjarnegata akan terus berkembang dan menjadi penggerak ekonomi bagi masyarakat yang ada di sekitarnya.

Kendati demikian dia mengingatkan seluruh pengelola desa wisata dan juga pengelola destinasi dan objek wisata lainnya untuk memastikan bahwa penerapan protokol kesehatan telah berjalan dengan baik.

“Pengelola harus memastikan bahwa pembatasan pengunjung sebesar 30 persen dari kapasitas normal dan penerapan protokol kesehatan lain seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak telah berjalan dengan baik,” katanya.

Dia menjelaskan pihaknya terus mengingatkan bahwa penerapan protokol kesehatan sangatlah penting guna mencegah penyebaran COVID-19.

“Penerapan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan merupakan hal yang utama dalam menjaga keselamatan bersama,” katanya. (fid/ant)