Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Teknik Kuis Siswa bisa meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Anak

Teknik Kuis Siswa bisa meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Anak

59
.Marsudi Tri Sampurno.Spd.I MSI Guru MIN 2 Wonogiri
.Marsudi Tri Sampurno.Spd.I MSI Guru MIN 2 Wonogiri

Dalam kehidupan sehari-hari kita perlu berinteraksi dengan manusia Selain sebagai sarana interaksi, bahasa juga dapat mengakses berbagai informasi sehingga dapat meningkatkan tingkat pengetahuan kita. Bahasa memiliki peran yang sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional. Untuk itu perlu adanya pembelajaran bahasa untuk semua jenjang pendidikan di Indonesia.

Di tingkat SD/MI Pembelajaran Bahasa terutama Bahasa Indonesia menjadi pelajaran yang diajarkan dari kelas paling rendah sampai kelas yang tinggi. Pelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam berbahasa dengan baik dan benar secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan Indonesia.

Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang produktif dan eksprensif karena penulis harus terampil menggunakan grafologi, struktur bahasa, dan memiliki pengetahuan bahasa yang memadai (Moosy, 1986:122). Menulis dapat dianggap sebagai proses artinya kegiatannya dapat dimulai dari menggerakkan pensil atau pena di atas kertas sampai terwujud sebuah karangan atau tulisan.

Berdasarkan hasil ulangan harian pelajaran Bahasa Indonesia kelas VI MIN 2 Wonogiri tentang menulis karangan dengan pilihan kata dan penggunaan ejaan serta tanda baca yang benar menunjukkan bahwa pembelajaran kurang berhasil. Indikasinya penguasaan kemampuan tentang menulis karangan dengan pilihan kata dan penggunaan ejaan serta tanda baca yang benar dalam pembelajaran tersebut dikarenakan kurang tepatnya model pembelajaran dan media yang digunakannya. Siswa menjadi tidak aktif, mudah bosan, dan kurang memperhatikan penjelasan guru.
Metode pemberian Tugas Teknik Kuis.

Pembelajaran menulis menuntut kerja keras seorang guru untuk membuat pembelajaran di kelas menjadi kegiatan yang menyenangkan sehingga siswa tidak “dipaksa” untuk membuat sebuah karangan, tetapi sebaliknya, siswa merasa senang karena diajak guru untuk menulis.

Untuk mendapatkan siswa yang benar-benar mempunyai ketrampilan menulis diperlukan teknik-teknik khusus (teknis kuis). Bambang Purnama (2008:1) bagi kalangan pendidik,pemberian tugas kuis mempunyai arti dan tujuan sendiri bagi murid-muridnya. Teknik kuis yang dilakukan guru, diharapkan keterampilan menulis siswa antara lain dengan menulis dengan banyak berlatih, penggunaan teknik juga harus sesuai dengan materi. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran sangat penting untuk menunjang keberhasilan dan pendalaman materi tersebut. Guru juga harus selalu memberi motivasi siswa untuk giat belajar agar prestasi siswa meningkat. Dengan kata lain guru memberikan pretest sebagai bagian dari assessment terhadap siswanya. Metode bersifat prosedural, artinya, penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia harus dikerjakan langkah-langkah yang teratur, bertahap, yakni mulai perencanaan pembelajaran, penyajian, sampai dengan penilaian dan hasil pembelajaran.

Kegiatan menulis dapat berupa aktivitas merangkai ide yang datang tiba-tiba mencoret-coretkannya di atas kertas buram dan setelah melalui proses perbaikan dituliskannya kembali ke dalam tulisan yang rapi dan layak dibaca. Pemberian tugas kuis atau (pretest) bagi siswa sebelum pembelajaran pada hakekatnya adalah mengajak siswa untuk belajar mandiri. Berdasar hasil pembelajaran di kelas VI dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran teknik kuis dapat meningkatkan kemampuan siswa tentang menulis karangan dengan pilihan kata dan penggunaan ejaan serta tanda baca yang benar, meningkatkan aktivitas siswa, dan meningkatkan kerja sama siswa dalam menyelesaikan tugas kelompok. Pembelajaran akhirnya menjadi menyenangkan sehingga siswa tidak mudah jenuh dan hasil belajar menjadi meningkat.

Marsudi Tri Sampurno.Spd.I MSI
Guru MIN 2 Wonogiri