Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Teknik Self Management Dalam Budaya Malu Terlambat

Teknik Self Management Dalam Budaya Malu Terlambat

32
BERBAGI
Sri Wahyu Puji Astuti, S.Pd. Guru BK SMP N 6 Semarang

JATENGPOS.CO.ID, – Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai tata tertib yang diberlakukan di sekolah dan setiap siswa dituntut untuk berperilaku sesuai dengan tata tertib yang berlaku di sekolah. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai tata tertib yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah. Berbicara tentang tata tertib siswa di sekolah, maka tidak bisa lepas dari persoalan perilaku negatif siswa. Salah satunya pelanggaran tata tertib yaitu siswa terlambat datang ke sekolah. Tentu saja semua itu membutuhkan upaya pencegahan dan penanggulangan. Faktor keluarga merupakan salah satu faktor yang membuat siswa melakukan hal-hal yang menyimpang sehingga merugikan diri sendiri maupun masyarakat umum.

Siswa terlambat datang ke sekolah sempat heboh  di media massa yaitu belasan siswa SMA di Jepara dilarikan ke puskesmas. Penyebabnya, mereka dihukum di lapangan sekolah di tengah hujan karena datang terlambat. Peristiwa itu terjadi ketika belasan siswa datang terlambat saat kegiatan Jumat Bersih yang dicanangkan di sekolah itu. Gerbang sekolah telah ditutup pukul 06.30 WIB, sedangkan belasan siswa itu tiba lebih dari waktu yang ditentukan. Alhasil, mereka yang terlambat pun dihukum di lapangan sekolah. Namun saat itu turun hujan deras dan mereka masih tetap menjalani hukuman. Karena tidak kuat menahan dingin, belasan siswa pun dikabarkan jatuh pingsan dan dibawa ke puskesmas. Selain itu, mereka juga kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat (Detik News, Sabtu 07 Januari 2017).

Kasus terlambat datang ke sekolah merupakan hal-hal yang menyimpang bagi siswa karena siswa tidak mematuhi tata tertib jam masuk sekolah. Seandainya terus dibiarkan akan merusak moral dan menjadi kebiasaan siswa untuk datang terlambat ke sekolah. Gejala yang dialami siswa yaitu siswa malas dalam belajar di kelas, tidak masuk sekolah, terlambat sekolah, mendapat teguran guru, siswa selalu masuk sekolah saat saat atau setelah jam pertama telah dimulai, dan sulit diatur. Salah satu strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi masalah seringnya siswa terlambat dengan menerapkan teknik self management. Teknik self management dijadikan wahana pemahaman nilai-nilai menjadi positif bagi siswa, khususnya perilaku yang negatif menjadi perilaku yang positif. Hal ini akan lebih optimal, karena terkadang siswa dapat mengungkapkan dalam kegiatan kelompok dan para siswa tidak merasa terhakimi oleh keadaan sendiri, mereka juga merasa mendapat pembinaan dan informasi menjadi yang positif untuk mengubah perilaku yang kurang baik merupakan masalah yang banyak dialami oleh siswa.

Teknik self management strategi dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dengan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menambah penerimaan diri dan orang lain, memberikan ide, perasaan, dukungan bantuan alternatif pemecahan masalah dan mengambil keputusan yang tepat, dapat berlatih tentang perilaku baru dan bertanggung jawab atas pilihan yang ditentukan sendiri. Suasana ini dapat menumbuhkan perasaan berarti bagi anggota yang selanjutnya dapat mengubah perilaku yang kurang baik dan mampu berfikir secara jernih.

Sri Wahyu Puji Astuti, S.Pd.

Guru BK SMP N 6 Semarang

BERBAGI