Beranda Jateng Solo Tempat Hiburan di Wonogiri Tak Semua Tutup

Tempat Hiburan di Wonogiri Tak Semua Tutup

Ada yang Tutup Sementara, Dilarang Jual Miras

711
PENGARAHAN: Sejumlah purel karaoke terpaksa berjilbab dalam rangka tetap bisa melayani tamu pelagganya (bagus sarengat)
PENGARAHAN: Sejumlah purel karaoke terpaksa berjilbab dalam rangka tetap bisa melayani tamu pelagganya (bagus sarengat)

JATENGPOS.CO.ID, WONOGIRI – Sebagian purel (pemandu karaoke) di tempat hiburan seperti pub, kafe dan di hotel di wilayah Kabupaten Wonogiri terpaksa “tiarap” pada bulan Ramadan tahun 2018 ini. Karena tempat hiburan, dimana dia bekerja, menutup usahanya pada awal bulan puasa.

Beberapa tempat karaoke yang “tutup sementara” antara lain K5 dan “Sop Iga” di wilayah Kecamatan Pracimantoro. “Sudah tiga hari ini libur, puasaan, ngormati Mas,” kata wanita berinisial Yt salah satu karyawan Kafe tersebut.

Namun dia memperkirakan, Kafe-nya, hanya tutup sementara hari saja. Diprediksi, pada beberapa hari yang akan datang, tetap akan buka. Hal itu seperti, pada tahun sebelumnya. Menjelang puasa tutup, tapi selanjutnya buka kembali sampai lebaran.

Diperoleh kabar, Kafe K5 adalah milik warga Jawa Timur, namun belum diketahui identitasnya. Sedangkan Kafe Sop Iga adalah milik warga Pracimantoro, berinisial Yn warga Dusun Sedayu Desa Sawahan Kecamatan Pracimantoro. Kedua kafe itu dikabarkan belum lengkap izinnya.

Sementara beberapa tempat hiburan di wilayah Wonogiri tetap membuka usahanya dan tetap bisa melayani tamu atau pengunjung, meski bulan Ramadan telah tiba. Namun tempat karaoke atau kafe dilarang menjual minuman keras (miras) atau mengandung alkohol.

Purel di tempat karaoke atau di kafe juga tetap boleh melayani dengan catatan menjaga sopan santun. Beberapa Karaoke di Wonogiri Kota yang tetap buka pada bulan puasa, misalnya AK, Diafan, Permadani, dan Ajimulyo.

Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede SH.MIK melalui Kapolsek Wonogiri Kota AKP H. Surono menyatakan, kepolisian tidak melarang tempat hiburan buka pada bulan puasa. Akan tetapi membina, menjaga keamanan ketertiban umum.

Polisi juga tidak pernah melarang sesorang bekerja di tempat hiburan. Tetapi polisi selalu mengingatkan agar saling menjaga toleransi umat beragama. Faktanya di lapangan para pekerja pemandu karaoke di tempat hiburan juga beragama.

“Saya sering menggelar pengajian. Selama bulan puasa, namanya safari Romadan, pada malam hari. Pada siang hari namanya safari dzuhur, dan waktu subuh adalah giat subuh berjamaah, dan safari Jumat. Moto kita adalah Wonogiri Aman Masyarakat Beriman,” kata Kapolsekta.

Selain di tempat hiburan, pengajian dilaksanakan di komunitas-komunitas kendaraan bermotor, dan organisasi kepemudaan dan atau ke-olahragaan. “Di Kafe Permadani, berkali-kali pengajian. Saya sarankan, boleh bukan tapi jaga sopan. Saya kasih jilbab, ternyata mau pakai. Yang lain ternyata ada yang sudah bawa dari rumah,” kata Kapolsek. (bgs/saf)