Beranda Jateng Terakhir Jadi Inspektur Upacara, Kepsek SDN 2 Poleng Berpakaian ala Soekarno

Terakhir Jadi Inspektur Upacara, Kepsek SDN 2 Poleng Berpakaian ala Soekarno

59
BERBAGI
Kasek Suparno menjadi inspektur upacara bendera bersama siswa SDN 2 Poleng, Gesi, Sragen, kemarin. FOTO:ARI SUSANTO/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID. SRAGEN- Suasana haru mewarnai upacara bendera di SD Negeri 2 Poleng, Gesi, Sragen, Senin (26/2). Pasalnya, Kepala Sekolah (Kasek) Suparno, S.Pd berpamitan di hadapan 120 siswa akan memasuki masa pensiun. Dalam kesempatan itu, Suparno memakai pakaian ala sang proklamator menjadi inspektur upacara yang terakhir.

Kasek SDN 2 Poleng ini berpesan terhadap para siswa didiknya tentang peran penting 4 pilar kebangsaan. Dengan berpakaian putih seperti Soekarno, mantan kades Jenar dua periode ini menyampaikan tentang pondasi bernegara yakni tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Selain berpesan untuk menjaga dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, ia juga membagikan buku pada petugas upacara dan peserta POPDA.

Informasi yang dihimpun, upacara bendera pagi itu tampak beda. Karena Suparno sebagai inspektur upacara memakai pakaian putih ala Soekarno. Setelah menjabat sebagai Kasek SDN 2 Poleng selama tiga tahun, Suparno memasuki masa pensiun mulai 1 maret 2018 ini.

“Banyak kenangan,  baik terhadap mpara siswa maupun lingkungan sekolah selama memimpin SDN 2 Poleng, Gesi ini. Apalagi dengan lingkungan sekitar hubungan sekolah sangat baik. Tidak hanya itu, warga sekitar juga memiliki peran besar dalam membangun sekolah,” tutur Suparno.

Di sisi lain, selama bertugas pihaknya membangun pagar sekolah lebih baik dan indah. Kondisi pagar yang lebih tinggi, agar tidak bisa dilompati para siswa. Para siswa juga lebih tertib dan tenang dalam mengikuti proses belajar mengajar.

Namun yang masih menjadi beban moralnya, kata Suparno, ada dua pegawainya yang belum bisa diangkat menjadi PNS atau ASN. Diantaranya penjaga sekolah yang telah bekerja selama 8 tahun dan guru agama sudah mengajar 7 tahun, tidak segera diangkat sebagai PNS.

“Kami merasa kasihan, karena mereka bekerja sudah bertahun-tahun namun belum mendapatkan tunjangan operasional dari pemerintah. Meski tidak diangkat menjadi PNS, seharusnya mereka bisa mendapatkan gaji setara UMK,” pinta Suparno.

Sementara untuk memberikan kenangan terhadap para guru maupun siswa SDN 2 Poleng, Gesi akan digelar study tour ke Yogyakarta. Disisi lain, setelah memasuki masa pensiun, Suparno mengaku akan mengabdikan hidupnya sebagai aktivis anti korupsi. (ars/sct/muz)

BERBAGI