Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Terampil Bercerita Fabel dengan ‘Gamser’

Terampil Bercerita Fabel dengan ‘Gamser’

312
BERBAGI
Indraswati, S.Pd. Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 6 Temanggung
Indraswati, S.Pd. Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 6 Temanggung

Hidup kita penuh dengan cerita. Kita dapat mengungkapkan isi hati dengan bercerita. Apa yang kita lihat dan rasakan juga dapat dijadikan sebuah certa . Kita dapat bercerita kapan dan di mana pun berada. Dengan bercerita kita bisa bebas mengungkapkan ide dan gagasan. Ada kepuasan tersendiri saat kita bercerita. Bercerita merupakan salah satu keterampilan berbicara. Namun sebagian orang menganggap bahwa bercerita itu sesuatu yang sulit dibandingkan dengan kegiatan membaca atau menulis. Mengapa demikian ? Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang bercerita.

Demikian juga yang terjadi di SMP Negeri 6 Temanggung. Siswa lebih mudah mencurahkan keluh kesahnya melalui cerita. Namun pada pembelajaran bercerita fabel, sebagian siswa merasa kesulitan dalam mengungkapkan ide cerita. Siswa juga kesulitan dalam memilih kata-kata dan merangkaikannya menjadi sebuah cerita. Di samping itu, untuk mengembangkan gagasan sesuai dengan alur cerita yang syarat dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia pun masih kesulitan. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan menggunakan alat peraga atau media gambar berseri ( Gamser ). Dengan panduan gambar berseri (Gamser), siswa akan lebih mudah dalam merangkai kata sehingga membentuk sebuah rangkaian cerita fabel.

Gambar berseri (Gamser) merupakan suatu alat peraga dalam pembelajaran. Alat peraga merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan sesuatu atau isi pelajaran, memperjelas dan menarik perhatian siswa sehingga dapat mendorong proses pembelajaran, yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar. Alat peraga sebaiknya mudah cara menggunakannya, tidak berbahaya, mudah dicari, murah harganya, dan yang lebih utama lagi siswa dapat membuatnya sendiri (Achmad DS, 1996:1). Penggunaan alat peraga gambar berseri (Gamser) ternyata sangat efektif membantu siswa dalam bercerita fabel. Melalui rangsang gambar berseri (Gamser) sesuai dengan struktur fabel yaitu orientasi, komplikasi, resolusi dan koda siswa lebih termotivasi dalam bercerita. Siswa lebih mudah dalam menemukan kata dan merangkaikannya menjadi sebuah cerita fabel sesuai dengan struktur yang ada. Melalui gambar berseri siswa pun lebih bisa mengekspresikan imajinasinya. Menggunakan bantuan gambar berseri (Gamser) sangat membantu siswa dalam mengembangkan ide gagasannya saat bercerita fabel.

Menurut Yeti Mulyati (2009 : 64) bahwa bercerita merupakan suatu keterampilan berbahasa yang bersifat produktif yang berarti menghasilkan ide, gagasan,dan buah pikiran. Agar siswa terampil bercerita dengan baik maka diperlukan kemampuan berbicara seperti yang disampaikan Burhan Nurgiyantoro (2001 :289) bahwa bercerita merupakan salah satu bentuk tugas kemampuan berbicara yang bertujuan untuk mengungkapakan kemampuan berbicara yang bersifat prakmatis. Ada dua unsur penting yang harus dikuasai oleh siswa dalam bercerita yaitu linguistic dan unsur apa yang diceritakan. Ketepatan ucapan, tata bahasa, kosa kata, kefasihan dan kelancaran menggambarkan bahwa siswa memiliki kemampuan berbicara yang baik.

Bercerita merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang produktif . Agar siswa terampil dalam bercerita fabel maka diperlukan pemahaman tentang linguistik dan apa yang diceritakan. Dengan menggunakan alat peraga gambar berseri (Gamser) siswa akan lebih mudah menemukan kosa kata dan merangkaikan menjadi kalimat yang baik serta mampu bercerita fabel sesuai dengan strukturnya. Di samping itu ,media gambar berseri (Gamser) akan memudahkan siswa dalam menyampaikan isi cerita . Penggunaan media gambar berseri (Gamser) menjadikan siswa terampil bercerita fabel yang syarat dengan tokoh hewan yang berperilaku seperti manusia.

Indraswati, S.Pd.
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 6 Temanggung

BERBAGI