Beranda Lifestyle Tercatat Selama Musim Mudik, 10 Orang Kunjungi Posko Kesahatan Pelabuhan Tanjung Mas,...

Tercatat Selama Musim Mudik, 10 Orang Kunjungi Posko Kesahatan Pelabuhan Tanjung Mas, 1 Meninggal Dunia

136

JATENGPOS.CO.ID, Semarang – Dari ribuan penumpang yang memanfaatkan jasa penyebrangan Kapal Motor (KM) selama musim mudik lebaran 2019, tercatat hanya 10 penumpang berkunjung ke Posko Kesehata, Pelabuhan kelas 1 Tanjung Emas Semarang selama musik mudik Lebaran tahun ini.

Petugas Posko Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas, Semarang, Nanik Purwaningsih mengatakan, ada tiga penyakit yang menjadi keluhan para penumpang. Yaitu, demam dan batuk pilek. Kemudia mabuk kendaraan, dan radang tenggorokan. Namun, pada hari pertama memasuki lebaran ada satu penumpang yang meninggal dunia.

“Yang meninggal terjadi H-1 sebelum lebaran, tapi meninggalnya sudah diatas kapal, jadi sifatnya kami hanya dapat laporannya saja. Berdasarkan diagnosa karena sakit Jantung,” katanya, Rabu (12/6/2019)

Atas sejumlah penyakit yang diderita para penumpang tersebut, lanjut Nanik, apabila mengalami motion sickness dioberi obat Dimenhydrinate, sedangkan faringitis diberi obat alpara.

Terkait arus balik tersebut, pihaknya menyarankan bagi penumpang tetap menjaga kesehatan, salah satu caranya sebelum mudik atau melakukan perjalanan, bisa melakukan persiapan yang matang, perhatikan makanan yang di konsumsi, kemudian istirahat jika lelah, konsumsi suplemen atau vitamin kesehatan, sediakan obat-obatan pribadi dan perhatikan asupan cairan.

“Saat bepergian maupun mudik, tubuh akan lebih banyak terpapar polusi sebaiknya cukupi kebutuhan cairan agar racun yang masuk dalam tubuh dapat dengan mudah dihilangkan. Yang jelas kami menghimbau perlu makan secara teratur dan banyak minum air putih, maupun makan buah-buahan,”sebut Nanik.

Petugas lainnya, Wahyu, menambahkan, sekalipun minim pengunjung pihaknya memastikan, siapapun penumpang yang datang akan dilayani secara maksimal dan gratis. Bahkan alat-alat yang digunakan juga canggih, salah satunya alat cek tensi dan posko itu dilengkapi edukasi kesehatan.

“Penumpang yang ndak enak badan dan perlu pengobatan kita tampung disini. Yang pasti kami juga cek tensi dan semua keluhan kesehatan. Selama lebaran yang datang kebanyakan penumpang daripada petugas piket,” bebernya

Di posko kesehatan ini, setiap harinya menyediakan 3 orang petugas dalam setiap shift, yang terbagi dari medis atau paramedis, survailans dan driver ambulance siaga. Sedangkan rentang waktunya sekali berjaga 12 jam.

“Total disini ada 2 shift, yang jaga sehari semalam ada 6 petugas, tapi dibagi 2 shift,”ujarnya. (fid/ntan)