Beranda Hukum & Kriminal Terlilit Utang, Ibu Satu Anak Nekat Curi Love Bird

Terlilit Utang, Ibu Satu Anak Nekat Curi Love Bird

34
BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID. SOLO-  Seorang ibu rumah tangga (IRT) nyaris babak belur menjadi bulan-bulanan warga Kampung Sumpingan, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Senin (12/3) saat tertangkap tangan mencuri tiga ekor burung jenis love bird. Untungnya, ibu satu anak bernama Novia Tri Astuti (35), warga Kartasura, Sukoharjo itu keburu diselamatkan salah satu warga meski mengalami patah telunjuk kanannya patah. Dia berada di lokasi dengan naik motor.

“Jari saya patah saat mencoba menangkis orang yang mau memukul kepala saya pakai helm. Saya -sudah minta ampun karena sakit, tapi warga masih terus memukuli. Untungnya ada bapak-bapak mengangkat saya karena kasihan dipukuli warga. Saya dibawa ke puskesmas untuk dirawat setelah itu dijemput pak polisi,” tutur Novi saat diperiksa di Mapolsek Banjarsari, Selasa (13/3).

Ia mengaku nekat mencuri burung love bird yang sedang dijemur karena terdesak kebutuhan hidup. Salah satunya untuk membayar angsuran hutang di koperasi dan untuk membelikan anaknya makan.

“Saya habis dipecat dari pabrik tekstil, suami hanya buruh mebel, gajinya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Rencananya burung itu mau saya jual ke teman saya,” akunya.

Kanit Reskrim Polsek Banjarsari, Iptu Syarifudin mengatakan, pihaknya dihubungi salah satu warga yang mengatakan ada pencuri yang tertangkap dan setelah petugas sampai di lokasi benar mendapati tersangka sudah menjadi bulan-bulanan massa.

“Bahkan saat akan kami bawa warga masih mau memukuli tersangka, karena itu kami minta tolong linmas untuk menghalau dari amukan warga. Menurut pengakuan warga lingkungannya sering terjadi pencurian burung. Meski tersangka mengaku baru sekali ini mencuri dan masih kami selidiki apakah benar pengakuannya,” jelasnya.

Terkait kronologis kejadian, Syarifudin mengatakan, saat peristiwa tersebut tersangka tengah lewat di depan salah satu rumah warga di Kampung Sumpingan yang kebetulan menjemur tiga ekor burung love bird di depan rumah. Melihat ada peluang, tersangka pun berpura-pura mencari alamat. Saat dijawab oleh pemilik rumah, tersangka pun berjalan ke ujung gang dan mengamati keadaan.

“Setelah melihat pemilik rumah keluar untuk beli rokok di warung tersangka langsung kembali ke rumah tersebut dan mengambil tiga ekor burung love bird yang ada di dalam sangkar. Setelah berhasil langsung kabur dengan sepeda motor Yamaha Mio warna merah Nopol AD 4918 PT yang dikendarainya,” jelas Kanit Reskrim.

Namun apes, baru jalan 10 meter dari rumah tersebut, pemilik burung kembali dari rumah dan melihat sangkar burung miliknya digondol pelaku. Sontak korban langsung meneriakinya maling. Hal ini membuat tersangka panik dan langsung tancap gas. Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar yang turut mengejar pelaku dan setelah 500 meter kabur, tersangka pun dihadang warga dan menjadi bulan-bulanan massa.

“Kami imbau kepada warga untuk tidak main hakim sendiri. Kalau memang memergoki pelaku pencurian langsung hubungi pihak berwajib,” ujar Syarifudin.

Tersangka sendiri dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (jay/saf/muz)

BERBAGI