Beranda Hukum & Kriminal Tersinggung Tusuk Teman Wanitanya Hingga Tewas

Tersinggung Tusuk Teman Wanitanya Hingga Tewas

64
Tempat kejadian perkara penusukan yang berujung tewasnya Eva Mandrova yang dilakukan Ayama Lafau.. ( foto : dekan bawono/ jateng pos).

JATENGPOS.CO.ID,  SALATIGA – Ayama Lafau (22) asal Balale Toba’a, Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara diringkus petugas Satreskrim Polres Salatiga setelah melakukan penganiayaan terhadap Eva Mandrova (34) hingga korban tewas. Peristiwa berdarah itu terjadi di sebuah mess di Jalan Amarta Randuares RT 05 RW 01 Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Jumat (8/1) sore.

Perbuatan nekat tersangka ini diduga karena tersinggung setelah ditegur oleh korban. Tak lama setelah pembunuhan itu, pelaku langsung diringkus petugas dari Polres Salatiga.
Keterangan yang dihimpun Jateng Pos, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 16.00 WIB. Bermula ketika tersangka yang tinggal satu rumah dengan korban mengambil pisau di dapur untuk memotong tali rafia guna mengikat tanaman buncis dengan bambu yang ditanam di kebun belakang rumah. Saat mengambil pisau, tersangka ditegur oleh korban.

Mendapat teguran itu, pria lajang ini tersinggung dan emosi. Sejurus kemudian ia langsung menyerang korban dengan pisau yang digenggamnya. Tersangka menusuk pisau ke tubuh korban hingga lima kali. Akibatnya korban langsung tersungkur bersimbah darah di lantai.

Perbuatan tersangka ini diketahui oleh saksi Agnes CH Pattiasina (18) asal Kairatu, Maluku dan Robin James Gmyrek (58) yang berdomisili di Jalam Amarta, Randu, Argomulyo. Mereka langsung meminta bantuan warga sekitar untuk menolong korban.

Warga pun langsung berdatangan ke lokasi kejadian dan menangkap pelaku dan melapor ke petugas kepolisian. Sedangkan korban dilarikan ke Rumah Sakit dr Ario Wirawan Salatiga. Selang beberapa waktu kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia.

Salah seorang saksi Jumain (45) mandor bangunan yang bekerja di lokasi kejadian mengatakan, ia saat itu sedang bekerja di belakang. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara tangis histeris para penghuni mess. Awalnya ia tidak tahu bila ada penganiayaan, namun setelah mendapat penjelasan dari penghuni mess yang lain ia pun baru tahu kalau ada penganiaayaan.

“ Saya dan tukang bangunan yang lain pun akhirnya pulang, karena situasinya tegang,” katanya.

Setelah ditangkap warga dan penghuni mess lainnya, tersangka diserahkan polisi yang datang ke lokasi kejadian. Tersangka dibawa ke Polres Salatiga untuk diintrograsi.

Kasubag Humas Polres Salatiga Kompol Djoko Lelono mengatakan, perbuatan tersangka melanggar Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

” Dari hasil pemeriksaan, tersangka tidak terima dengan teguran korban. Tersangka emosi dan langsung menusuk tubuh korban dengan pisau dibagian dada, perut dan pinggang,” kata Kompol Djoko Lelono.(deb)