Beranda Sekolah Hebat Opini Guru TGT Tingkatkan Kemampuan Matematika

TGT Tingkatkan Kemampuan Matematika

44
Siti Emy Fatchiyah, S.Pd. Guru SMP Negeri 1 Godong, Grobogan
Siti Emy Fatchiyah, S.Pd. Guru SMP Negeri 1 Godong, Grobogan

Kemampuan mengelola proses belajar mengajar adalah kesanggupan atau kecakapan guru dalam menciptakan suasana komunikasi yang edukatif antara guru dan peserta didik yang mencakup segi kognitif, afektif, dan psikomotor, sebagai upaya mempelajari sesuatu berdasarkan perencanaan sampai dengan tahap evaluasi dan tindak lanjut hingga tercapai tujuan pengajaran.

Meningkatnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, akan membuat proses pembelajaran lebih bermakna dan berarti dalam kehidupan anak. Mengapa demikian, karena 1) adanya keterlibatan siswa dalam menyusun dan membuat perencanaan proses belajar menjagar, 2) ada keterlibatan intelektual emosional siswa melalui dorongan dan semangat yang dimilikinya, 3) adanya keikutsertaan siswa secara kreatif dalam mendengarkan dan memperhatikan apa yang disajikan guru.

Salah satu persoalan yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan adalah rendahnya mutu proses pembelajaran. Pendidikan di Indonesia , khususnya  di SMP Negeri 1 Godong mata pelajaran matematika kelas VII pada materi aljabar cenderung sangat teoritik dan tidak terkait dengan lingkungan dimana siswa berada. Akibatnya peserta didik tidak mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah guna memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Selama ini guru lebih banyak menggunakan model konvensional yang monoton.

Dalam hal ini, siswa perlu mengerti makna belajar, apa manfaatnya , dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Masalah inilah yang perlu untuk diperbaiki. Perbaikan proses pembelajaran yang selama ini telah berlangsung adalah dengan mengubah metode mengajar yang konvensional dengan model-model pembelajaran inovatif dan kreatif.

            Salah satu upaya adalah dengan menerapkan TGT. Penerapan  pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) adalah model pembelajaran yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsure permainan. Aktifitas belajar dengan paermainan dirancang dalam pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggungjawab, kejujuran, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

            Disamping itu, Team Games Tournament (TGT) menempatkan para siswa dalam kelompok-kelompok belajar beranggotakan lima hingga enam anggota. Dalam hal ini, kemampuan, jenis kelamin, dan suku, atau ras setiap siswa harus berbeda. Guru berperan menyajikan materi, sedangkan mereka bekerja dalam kelompok masing-masing. Teknik pembelajaran Team Games Tournament (TGT) memiliki lima komponen utama yaitu diawali Penyajian Kelas, Kelompok, Game, Turnament dan diakhiri Penghargaan Kelompok.

Dalam kerja kelompok, guru memberikan LKS yaitu berupa kartu domino bentuk aljabar kepada setiap kelompok. Guru mengawali menjelaskan aturan permainan yang akan dilaksakan secara berkelompok dan memastikan bahwa seluruh kelompok telah menguasai pelajaran dan siap untuk diberikan permainan akademik. Saat permainan akademik, para siswa dibagi dalam meja- meja turnament secara homogen dari segi kemampuan akademik. Artinya, dalam satu meja tournament, kemampuan setiap peserta setara.  Skor yang diperoleh setiap peserta dalam permainan akademik dicatat pada lembar pencatat skor. Adapun nilai kelompok diperoleh dengan menjumlahkan skor-skor yang diperoleh seluruh anggota kelompok, kemudian dibagi banyaknya anggota kelompok tersebut. Skor kelompok ini digunakan untuk memberikan penghargaan tim berupa sertifikat dengan mencantumkan predikat tertentu .(Jamal Ma’mur Asmani : 2016, 138)

  Pada akhirnya, peningkatan prestasi belajar matematika di SMP Negeri 1 Godong pada materi bentuk aljabar melalui model pembelajaran kooperatif model Team Games Tournament (TGT) ini terlihat dari hal-hal sebagai berikut : (1) memberikan sumbangan/kontribusi positif terhadap peningkatan prestasi belajar siswa, (2)  membuat siswa termotivasi sehingga mereka terlibat aktif dan sangat antusias dalam pembelajaran matematika, (3)  dapat menjembatani kesenjangan kemampuan antar siswa, dan (4)  juga dapat meningkatkan kinerja guru dalam menciptakan suasana belajar di kelas lebih kondusif.

Oleh : Siti Emy Fatchiyah, S.Pd.

Guru SMP Negeri 1 Godong, Grobogan