Beranda Hiburan Tidak Bubar, Payung Teduh Main Teater Lagi

Tidak Bubar, Payung Teduh Main Teater Lagi

42
BERBAGI
Payung Teduh
Payung Teduh

JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Band indie Payung Teduh menyatakan tidak akan bubar meski baru saja ditinggal dua personelnya, vokalis Mohammad Istiqamah Djamad alias Is dan basis Abdul Aziz Kariko alias Comi.

Band yang terbentuk pada 2007 ini tetap akan berkarya meski hanya hanya menyisakan Ivan Penwyn (gitarlele dan trompet) dan Alejandro Saksakame alias Cito (drum dan cajon). Hanya saja akan lebih memfokuskan pada pentas – pentas teater.

Pasalnya Payung Teduh sudah memastikan akan kembali menempuh jalur seperti awal mereka terbentuk dulu. Yakni, di panggung teater.”Kami tegaskan kalau Payung Teduh tidak bubar. Ivan dan Cito ingin meramu atau mengonsep ulang identitas musik kami,” kata Bayu Fajri, perwakilan Payung Teduh.

Bayu menjelaskan, saat pertama berdiri, Payung Teduh adalah band yang mengiringi pertunjukan teater. Musik dan liriknya yang nyeni dan puitis cocok dengan suasana pertunjukan teater.Setelah 10 tahun, musik Payung Teduh semakin variatif dan komersial. Selain mengangkat genre folk, Payung Teduh memasukkan keroncong, jazz, hingga pop.

Setelah ditinggal dua personel utama, Bayu mengungkapkan bahwa Ivan dan Cito berencana menjadikan Payung Teduh pengiring teater lagi. Lagu-lagu Payung Teduh akan mereka bawakan berdua atau dengan bantuan musisi teater lainnya. ”Is dan Comi sudah memberi izin. Bahkan, nama Payung Teduh tetap boleh digunakan,” tambah Bayu.

Sedangkan gaya musik yang akan diangkat pun kembali ke folk. Payung Teduh pun masih membuka kemungkinan tampil di festival musik. Bahkan, jika bisa, Ivan dan Cito akan menciptakan lagu-lagu baru yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah album. ”Istirahat bukan berarti absen berkarya kan,” ujar Bayu.

Kali terakhir Payung Teduh tampil dalam formasi berempat di Hotel D’Emmerick Salib Putih, Salatiga, Minggu (31/12). Pada 19 Desember, mereka merilis album terbaru berjudul Ruang Tunggu. Itu merupakan album terakhir yang melibatkan Is dan Comi.

Is sendiri, setelah tak lagi bersama Payung Teduh, ingin berfokus pada karirnya sebagai penulis. Selain itu juga ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.

Sementara itu, Comi ingin berfokus pada karirnya sebagai dosen Sastra Inggris di Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat. Keduanya kompak berharap Payung Teduh tetap eksis dan selalu berkarya. ”Kalau Ivan dan Cito butuh bantuan, dengan senang hati saya bantu,” tandasnya. (len/c6/na/jpnn/mar)

BERBAGI