Beranda Jateng Tiga Titik Longsor Landa Desa Cinanas Brebes

Tiga Titik Longsor Landa Desa Cinanas Brebes

BERBAGI
Salah satu titik longsor di Desa Cinanas, Bantarkawung yang menimbulkan kerusakan sarana infrastuktur. Foto:TEGUH SUPRIYANTO/JPNN

JATENGPOS.CO.ID. BREBES- Bencana alam tanah longsor dipicu tingginya intensiutas hujan kembali terjadi. Kali ini, terjadi di tiga titik Desa Cinanas Kecamatan Bantarkawung, Kamis (25/1) pagi. Selain menimbulkan kerusakan infrastuktur jalan, tanah longsor juga mengancam keberadaan rumah warga.

Longsor di Cinanas terdapat di tiga titik lokasi, masing-masing jalan di depan Kantor Desa Cinanas yang mengakibatkan tergerusnya badan jalan sepanjang 7 meter dengan lebar 0,5 meter serta  kedalaman 2 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan terhambatnya lalu lintas jalan antar pedukuhan di Desa Cinanas.

Selain di lokasi tersebut, rumah milik Dakrup yang berada di RT 03 RW 06 Dukuh Cinanas III, desa setempat dalam kondisi mengkhawatirkan setelah tebing disamping rumahnya longsor sepanjang 10 meter. Bencana yang sama juga menimpa akses jalan di Dukuh Weringin wilayah RT 02 RW 06 sepanjang 8 meter.  “Kejadiannya dalam waktu yang hampir bersamaan,” ungkap Naksan, Kades Cinanas.

Dikatakan Kades, sebelumnya hujan lebat turun sejak Rabu (24/1) siang hingga malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan tanah di sekitar lokasi bencana menjadi labil hingga akhirnya terjadi longsor. “Sebagian besar wilayah Desa Cinanas meliputi daerah berbukit, sehingga saat terjadi hujan dengan intensitas cukup lama sangat rawan terjadi bencana alam,” kata Naksan.

Pihaknya bersama muspika setempat telah menginventarisir dampak yang ditimbulkan atas serangkaian becana longsor di wilayah tersebut. “Sudah kita lakukan pengecekan, sebagai bahan laporan ke tingkat Kabupaten. Selanjutnya dibantu anggota TNI akan melaksanakan karyabhakti, sebagai bentuk penanganan darurat,” jelas Naksan.

Camat Bantarkawung Gunarto meminta kepada seluruh jajaran Pemerintahan Desa untuk meningkatkan koordinasi selama berlangsungnya musim hujan saat ini. “Kepala desa beserta jajaran perangkatnya diminta tetap mewaspadai potensi bencana alam, baik berupa tanah longsor maupun banjir. Telebih, bencana longsor selain mengancam pemukiman warga juga jalur utama sebagai sarana mobilitas warga.

Dikatakan, siaga bencana di kantor desa ini juga didukung hal serupa di tingkat Kecamatan dengan adanya Satlak Penanggulangan Bencana. Di sisi lain lanjut dia, warga yang berada di daerah rawan, seperti lereng bukit juga diminta waspada. “Bila ada tanda-tanda yang membahayakan, jika ditemukan tanda-tanda seperti retakan dan lainnya untuk segera dilaporkan. Ini bentuk antisipasi untuk meminimalkan kerusakan dan korban jiwa,” pungkasnya. (pri/ism/jpnn/muz)

BERBAGI