Tim Basarnas Evakuasi Korban via Udara Gunakan Helicopter

Petugas Basarnas lakukan evakuasi korban terdampak macet arus mudik di ruas jalan tol Gringsing Batang dengan menggunakan pesawat helicopter jenis Dolphin dalam sebuah giat simulasi, Senin (19/6).FOTO : ADYE VIANT/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Kemacetan arus mudik terjadi di ruas jalan tol terutama di exit tol Gringsing. Cuaca panas menambah kepanikan para pemudik yang antri menunggu lama hingga berjam-jam. Sebuah mobil pemudik disusul tiga mobil lainnya nampaknya membutuhkan pertolongan segera.

Pasalnya, nampak beberapa pemudik yang berada didalam kendaraan mengalami dehidrasi dan serangan jantung akibat kelelahan, ditambah antrian macet yang sangat panjang serta cuaca yang panas. Teriakan, pemudik meminta bantuan pertolongan membuat panik suasana agar ada penanganan secepatnya dari petugas.

Tak lama berselang, petugas Basarnas yang mendapati informasi dan mengetahui kondisi tersebut tiba dilokasi dengan menggunakan pesawat Helikopter jenis Dolphin milik Badan SAR Nasional (Basarnas) melakukan overing di ketinggian 25 meter.

Tim resquer kemudian segera turun untuk mengevakuasi korban terdampak macet di ruas jalan tol dekat exit tol Gringsing, sebab tidak mungkin di evakuasi melalui jalur darat, sehingga perlu penanganan melalui udara. Seperti diketahui ruas jalan tol fungsional ini yang digunakan sebagai jalan alternatif mudik lebaran 2017.

Demikian skenario sebuah simulasi yang dilakukan petugas Basarnas saat melakukan penanganan dan evakuasi terhadap korban terdampak macet parah pada arus mudik yang berlangsung di exit tol Gringsing sebagai ujung dari ruas fungsional tol yakni Brebes Timur Exit – Exit Gringsing Batang, Senin (19/6) siang.

Kepala Basarnas Pusat Muhammad Syaugi yang hadir dalam kesempatan tersebut usai dilakukan simulasi mengatakan sesuai dengan tugas dan fungsi pokok Basarnas yakni membantu, menolong, mencari korban bencana tak terkecuali penanganan kegawatdaruratan seperti korban kemacetan pada arus mudik saat ini.

“Kami membantu dan bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan dan semua unsur dalam rangka mensukseskan arus mudik dan balik pada lebaran 2017 tahun ini. Untuk itu kami terjukan semua anggota di semua wilayah, baik di Jakarta, Jawa, Surabaya, Bali, Medan dan sebagainya,” terangnya.

Disampaikan, sebanyak 2.000 personil anggota Basarnas ditugaskan diseluruh Indonesia. Selain itu, juga ada 6 unit helicopter yang disiagakan dibeberapa tempat seperti di Jakarta, Brebes, Gringsing Batang, Tanjung Mas Semarang, Pelabuhan Merak-Bakahuni, Medan dan Surabaya.

“Seluruhnya kita optimalkan potensi yang ada untuk terjun aktif membantu kelancaran arus mudik lebaran tahun ini. Tidak hanya itu, setiap hari sebanyak dua kali akan terus dilakukan patroli, baik melalui darat maupun udara yakni pagi dan sore,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Basarnas Jateng Agus Haryono didampingi Kepala Operasi Simulasi Basarnas Jawa Tengah, Nyoto Purwanto mengatakan, kemungkinan jika terjadi macet parah seperti yang pernah terjadi di Brebes Exit (Brexit) dua tahun lalu, maka penanganan melalui udara mutlak dilakukan.

“Yakni korban dievakusi menggunakan helikopter, yang terlebih dulu sudah dilakukan penanganan awal assessment oleh tim resquer motor trail. Jika kondisi korban serius, maka perlu penanganan medis. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit melalui udara,” jelasnya.

Diperoleh informasi bahwa simulasi rencananya akan dihadiri tiga orang menteri seperti yang dijadwalkan sebelumnya dalam acara gelar pasukan dan grand simulasi evakuasi kemacetan terkait fungsional jalan tol Brebes Timur Exit – Exit Tol Gringsing Batang, Senin (19/06) tapi ketiganya ternyata kompak tidak hadir.

Ketiga menteri itu yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, dan Menteri PU-PR Basuki Hadimulyono. Tidak ada penjelasan ikhwal ketidakhadiran mereka. Meski begitu, gelar pasukan dan simulasi tetap berlangsung lancar dan sukses. (via/mg8)

LEAVE A REPLY