Beranda Hukum & Kriminal Tim Gabungan Boyolali Jaring Puluhan Pengendara dan Pengunjung Pasar Langgar Protokol Kesehatan

Tim Gabungan Boyolali Jaring Puluhan Pengendara dan Pengunjung Pasar Langgar Protokol Kesehatan

8
Sejumlah pelanggar Prokes saat menjalani sanksi kerja sosial bersih-bersih di lingkungan Pasar Ampel Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali, Selasa (1/12/2020).

JATENGPOS.CO.ID, BOYOLALI – Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Boyolali, TNI, dan Polri melaksanakan operasi disiplin penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, di depan Pasar Ampel, Selasa.

Pada operasi tersebut, tim gabungan menjaring puluhan pengendara dan pengunjung pasar yang tidak mengenakan masker.

Kepala Seksi Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Boyolali Moch Supriyatin mengatakan warga yang melanggar protokol kesehatan ada yang diberikan sanksi sosial dengan menyapu lingkungan pasar dan ada juga yang didenda Rp50 ribu per orang.

Ia menyebut warga tidak memakai masker yang terjaring razia itu 21 orang, di mana 12 orang dikenai denda administrasi yang kemudian disetorkan ke kas daerah, sedangkan sisanya sanksi sosial.

Pelanggar yang mendapat sanksi sosial, seperti menyapu di sekitar lokasi razia, menghafalkan Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan. Petugas juga mencatat identitas para pelanggar protokol kesehatan dan memerintahkan mereka membuat surat pernyataan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Pada operasi prokes itu, sebanyak sembilan pelanggar dari luar daerah dan 12 pelanggar lainnya warga Boyolali,” kata Moch Supriyatin.

Dia mengatakan operasi tersebut sesuai Perbup Nomor 49/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Boyolali.

“Hal ini, sebagai upaya percepatan penanganan COVID-19 yang juga sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya prokes,” katanya.

Tim gabungan terus melakukan razia masker di seluruh wilayah Boyolali. Bagi pelanggar langsung akan dikenai sanksi. Pihaknya sejauh ini memberikan sanksi dengan mengutamakan sanksi sosial.

“Kami berharap kesadaran warga dapat tumbuh khususnya dalam menerapkan prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak, red.), serta jangan membuat kerumunan,” katanya.

Salah satu warga setempat, Santo (21), yang terjaring operasi di depan Pasar Ampel mengaku membawa masker di kantong jaket, tetapi tidak dipakai.

Setelah mendapatkan sosialisasi dari petugas, dia berjanji akan lebih disiplin mengenakan masker di masa adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi. (fid/ant)