Beranda Ekonomi Tinggalkan Profesi Pilot, Arsyad Rintis Sentra Industri Logam

Tinggalkan Profesi Pilot, Arsyad Rintis Sentra Industri Logam

94
BERBAGI
ZEM SILVER - Arsyad (33), sosok warga Desa Mijen Kecamatan Kebon Agung Demak yang berhasil mengangkat ekonomi warga dan desanya melalui produk Zem Silver. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS
ZEM SILVER - Arsyad (33), sosok warga Desa Mijen Kecamatan Kebon Agung Demak yang berhasil mengangkat ekonomi warga dan desanya melalui produk Zem Silver. FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – SOSOK wirausahawan muda ini patut dicontoh. Cita-cita sebagai  pilot yang telah diraihnya dengan penuh perjuangan dilepas begitu saja dengan ikhlas. Ini semata demi niat mulianya mengangkat taraf perekonomian warga di desa tanah kelahiran sang istri.

Arsyad (33), demikian nama warga  Desa Mijen Kecamatan Kebon Agung Demak. Pilot sebuah maskapai penerbangan swasta di Indonesia itu kini lebih pantas dikenal sebagai sosok pahlawan kemiskinan.

Kisah itu berawal dari tahun 2010. Kala itu, pria asal Semarang ini bertemu dengan Nila Citra (27), seorang pramugari maskapai penerbangan BUMN di Jakarta. Keseriusan Arsyad untuk meminang perempuan berparas cantik itu pun menuntun Arsyad untuk menemui keluarganya.

Arsyad yang sudah tujuh tahun berprofesi sebagai pilot terperangah saat melihat kehidupan warga di desa calon istrinya yang mayoritas berada di bawah garis kemiskinan. Sebagian besar warga hidup menggantungkan dari profesi buruh kasar.

Waktu pun terus beranjak. Arsyad yang akhirnya menikahi pujaan hatinya itu lantas berpikiran untuk keluar kerja, kembali ke desa dan mengabdi untuk warga Mijen. Langkah itu pula yang diikuti oleh sang istri.

Berbekal tabungannya selama bekerja, keduanya mewujudkan mimpi membangun desa melalui kerajinan logam yang dirintisnya, dengan label ‘Zem Silver’. Sedikitnya, tabungan Rp1 miliar telah dikeluarkan untuk membangun bisnis yang kini melibatkan hampir seluruh warga di Desa Mijen Kecamatan Kebon Agung Demak melalui KUB Istana Logam dan Koperasi Surya Kencana Logam.

“Saya memilih bisnis logam karena melihat potensinya masih sangat besar. Apalagi, kelompok pebisnis logam di Indonesia tidak terlalu banyak, paling cuma lima klaster yang ternama, seperti di Jogja, Klaten, Tegal, Bali dan Boyolali,” katanya, saat ditemui di workshopnya, disela ‘Jurnalis Visit UKM Unggulan Jateng’, yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, pekan kemarin.

Ditambahkan, variasi produk yang mayoritas perhiasan wanita pun menjadi celah bisnis yang diseriusinya. Hal ini lantaran wanita selalu membutuhkan perhiasan untuk melengkapi penampilannya. “Kita banyak memproduksi perhiasan yang ekslusif dan tidak pasaran, yang mewakili karakter di setiap daerah. Untuk itu produksi kami namakan perhiasan nusantara,” imbuhnya.

Selain perhiasan, lanjutnya, peralatan rumah tangga berbahan dasar logam pun diproduksinya, mulai dari wajan penggorengan dan lain-lain. Adapula cating batik, logo-logo perusahaan dan lainnya.

Produknya, kini sudah dipasarkan hingga ke sejumlah daerah di Indonesia. Terutama untuk jenis perhiasan, produknya bahkan telah dipasarkan hingga ke luar negeri.  “Kalau untuk produk perhiasan kami bahkan sudah dipakai oleh Miss Universe,” ujar ayah dari Hazema (2).

Arsyad pun tak memungkiri, peran pemerintah dalam membantu mempromosikan produknya. Akses pasar melalui pameran-pameran di sejumlah daerah kerap diikutinya dengan difasilitasi Dinas Koperasi dan UMKM, baik kabupaten maupun provinsi. “Dari sisi omzet rata-rata saat ini antara Rp200 juta – Rp300 juta per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen kontribusi dari penjualan pasar ekspor,” terangnya.

Kini, bagi warga sekitar, usaha yang dirintis Arsyad pun terbukti berhasil mengangkat ekonomi masyarakat dan desanya. Saat ini, ada sekitar 100 orang lebih warga yang terlibat, mulai dari pengepul rongsok sebagai bahan baku, tenaga produksi, hingga tenaga pemasaran. “Untuk tenaga produksi sendiri dalam sehari bisa menghasilkan Rp100 ribu – Rp150 ribu,” ungkapnya.

Sementara, Arsyad kini masih memiliki target menjadikan desanya sebagai Sentra Kerajinan Logam terbesar di Indonesia. Namun, sebelumnya dalam waktu yang terdekat ini, sentra logam rintisannya akan diresmikan oleh Menteri Perindustrian RI.  (aln/mar)

BERBAGI