Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tingkatan Membaca Indah dengan SAVI

Tingkatan Membaca Indah dengan SAVI

BERBAGI
Emi Yogawati, S.Pd. Guru SMP N 3 Garung Wonosobo
Emi Yogawati, S.Pd. Guru SMP N 3 Garung Wonosobo

JATENGPOS.CO.ID, – Kegiatan membaca indah merupakan kegiatan yang ada dalam pembelajaran kebahasaan di dalam kelas, khususnya di dalam sekolah lanjutan tingkat pertama atau SMP. Membaca indah sangat membantu siswa dalam hal berbahasa, menambah ilmu pengetahuan, menambah penguasaan dalam hal intonasi, serta pelafalannya. Rendahnya keterampilan membaca indah kemungkinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ini mungkin disebabkan kurang terampilnya siswa dalam belajar membaca, kurang menyukai membaca, belum ada minat atau keinginan untuk membaca. Pada dasarnya kegiatan pembelajaran di dalam kelas, siswa belum siap dalam menerima materi yang diajarkan dan siswa tidak bisa berkonsentrasi dalam waktu yang sesingkat itu.

Pendekatan SAVI adalah pembelajaran yang menggabungkan gerakan fisik dengan aktivitas intelektual dan penggunaan semua indra yang dapat berpengaruh besar pada pembelajaran.Unsur-unsur SAVI yaitu, Somatisyang berarti belajar dengan bergerak dan berbuat, Auditori yang berarti belajar dengan berbicara dan mendengar, Visual yang berarti belajar dengan melihat dan mengamati, serta Intelektual yang berarti belajar dengan memecahkan masalah dan berfikir. Pendekatan SAVI merupakan pendekatan yang cukup efektif dalam pembelajaran ketrampilan membaca indah cerkak,

Dapat dikatakan seorang siswa tanpa membaca tidak akan memperoleh apa yang diharapkan dalam pencapaian tujuan untuk diterapkan dalam proses belajar, tanpa membaca ilmu pengetahuan dan berbagai informasi tidak akan didapatkan. Tujuan membaca yang terpenting yakni mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan dalam proses belajar, apabila membaca dijadikan sebagai acuan dalam proses belajar dipastikan segala bentuk informasi dan ilmu pengetahuan akan tercapai sesuai dengan tujuannya.

Pembelajaran keterampilan membaca indah cerkak pada siswa SMP Negeri 3 Garung  mengalami berbagai masalah diantaranya siswa kurang memperhatikan jeda, intonasi serta pemahaman yang tepat. Belum tercapainya target nilai yang ditentukan oleh sekolah dan belum memuaskan. Hal ini terlihat pada saat siswa mendapatkan pembelajaran membaca indah dari guru. Mereka tidak langsung menerapkan pembelajaran yang didapatnya, namun pembelajaran tersebut dirasakan sebagai kesulitan dan keluhan dari siswa. Hal ini terbukti bahwa pembelajaran membaca indah cerkak tersebut kurang disukai dan belum mendapat respon dari siswa tersebut.

Berdasarkan pengamatan, daya serap anak didik terhadap materi pelajaran yang diberikan bermacam-macam, ada yang tepat, ada yang sedang dan ada juga yang lambat. Terhadap permasalahan tersebut diperlukan pemilihan strategi pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang tepat dan efesien.

Pemilihan strategi pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sangat monoton dan kurang menarik yang menjadi faktor eksternal tersebut. Salah satu langkah untuk memiliki pendekatan pembelajaran dan strategi pembelajaran itu adalah menguasai teknik-teknik penyajian atau disebut metode belajar. Jadi metode belajar tersebut sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Penggunaan pendekatan pembelajaran yang tepat dan bervariasi dalam pembelajaran ketrampilan membaca indah cerkak tersebut akan menghasilkan nilai yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Dalam hal ini pendekatan pembelajaran sebagai strategi pembelajaran untuk membangkitkan belajar siswa yang lebih maksimal.

Oleh karena itu, pembelajaran ketrampilan membaca indah cerkak harus mendapatkan perhatian sungguh-sungguh dari semua pihak, terutama guru bahasa Jawa. Guru sebagai fasilitator hendaknya menggunakan pendekatan pembelajaran yang efisien, menarik dan bervariasi agar siswa lebih tertarik dan mempunyai kemampuan membaca indah yang baik. Berdasarkan kenyataan dalam proses belajar mengajar di dalam kelas, pembelajaran membaca indah di dalam kelas kurang menarik dan kurang produktif. Sang guru dalam pembelajaran hanya menyampaikan secara teori tanpa memberikan arahan dan contoh dalam proses belajar membaca indah cerkak pada khususnya.

Pemilihan strategi pembelajaran hendaknya didasarkan pada pertimbangan (1) menempatkan siswa dalam subjek yang aktif; (2) menempatkan siswa sebagai insan yang secara alami memiliki pengalaman, pengertahuan, keinginan dan pikiran, yang dapat dimanfaatkan untuk belajar, baik secara individu maupun kelompok; (3) membuat siswa berkeyakinan bahwa dirinya mampu belajar, dan (4) memanfaatkan potensi siswa seluas-luasnya.

Emi Yogawati, S.Pd.

Guru SMP N 3 Garung Wonosobo

BERBAGI