Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tingkatkan Belajar Informatika Melalui Pembelajaran Kooperatif

Tingkatkan Belajar Informatika Melalui Pembelajaran Kooperatif

253
ISTIQOMAH NUGRAHENI,S.Pd Guru SMPN 27 SURAKARTA

Kondisi pembelajaran yang efektif dan bermakna tentu menjadi dambaan setiap guru dalam melaksanakan  pembelajaran di kelas. Siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan penuh kesadaran. Siswa mengikuti proses pembelajaran dengan penuh konsentrasi tanpa merasa tekanan dan tidak hanya  melaksanakan kewajiban belajar.  Tetapi lebih dari itu, siswa benar-benar ingin belajar untuk mencari ilmu, pengetahuan dan keterampilan dengan penuh makna.

Salah satu mata pelajaran yang diberikan di tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) salah satunya Informatika yang disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Adapun permasalahan rendahnya aktivitas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Informatika,di SMP Negeri 27 Surakarta terutama pada materi Microsoft Excel disebabkan oleh kurang tepatnya metode pembelajaran yang digunakan guru, para guru sering kali menyampaikan materi Informatika apa adanya, sehingga pembelajaran Informatika cenderung membosankan dan kurang menarik minat para siswa yang pada gilirannya prestasi belajar siswa kurang memuaskan. Ada tiga indikator yang menunjukkan hal ini. Pertama, siswa kurang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat kepada orang lain. Kedua, siswa kurang memiliki kemampuan untuk merumuskan gagasan sendiri. Dan ketiga, siswa belum terbiasa bersaing menyampaikan pendapat dengan teman yang lain.

Agar pembelajaran Informatika menjadi pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, dapat dilakukan melalui berbagai cara yang cukup efektif melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Team Accelerated Instruction (TAI) Untuk pembelajarannya sudah diterapkan di kelas VIII D di SMPN 27 Surakarta, pelaksanaanya sebagai berikut,pertama; siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Poin penting yang harus diperhatikan untuk membentuk kelompok yang heterogen di sini adalah kemampuan akademik siswa. Masing-masing kelompok dapat beranggotakan 4 – 5 orang siswa. Sesama anggota kelompok berbagi tanggung jawab;kedua, pemberian pre test kepada siswa atau melihat rata-rata nilai harian siswa agar guru mengetahui kelemahan siswa pada bidang tertentu;ketiga, siswa melaksanakan tugas dalam suatu kelompok dengan menciptakan dimana keberhasilan individu ditentukan oleh keberhasilan kelompoknya;keempat, tahapan tindakan belajar yang harus dilaksanakan oleh kelompok dan guru memberikan bantuan secara individual kepada siswa yang membutuhkan;kelima, pemberian score terhadap hasil keja kelompok dan memberikan kriteria penghargaan terhadap kelompok yang berhasil secara cemerlang dan kelompok yang dipandang kurang berhasil dalam menyelesaikan tugas;keenam, pemberian materi secara singkat dari guru menjelang pemberian tugas kelompok;ketujuh, pelaksanaan tes-tes kecil berdasarkan fakta yang diperoleh siswa;kedelapan, pemberian materi oleh guru kembali di akhir waktu pembelajaran dengan strategi pemecahan masalah.

Nah,begitulah untuk penerapanya dalam mengajar dikelas melalui model pembelajaran kooperatif Team Accelerated Instruction (TAI),sehingga membuat para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok heterogen, dengan status yang sejajar, metode ini akan membangun kondisi untuk terbentuknya sikap-sikap positif terhadap siswa tanpa membedakan  individual siswa secara akademik.

ISTIQOMAH NUGRAHENI,S.Pd

Guru SMPN 27 SURAKARTA