Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tingkatkan Kemandirian Siswa Melalui Kegiatan Parenting

Tingkatkan Kemandirian Siswa Melalui Kegiatan Parenting

BERBAGI
Sumarni, S.Pd Guru IPA SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri
Sumarni, S.Pd Guru IPA SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – Kemandirian sebagai perilaku seseorang yang timbulnya karena dorongan dari dalam dan pengaruh dari luar. Orang  berpredikat mandiri mampu menunjukkan adanya kontrol diri yang dalam terhadap perilakunya, dalam hal ini unsur kognitif dan afektif ikut memegang peran. Dalam membina siswa menjadi individu yang mandiri diperlukan kerja sama antar sekolah dengan orang tua melalui kegiatan parenting.Parenting adalah ilmu tentang mengasuh, mendidik, dan membimbing anak /siswa dengan benar dan tepat.Untuk itu, diperlukan komunikasi dua arah antara orang tua dengan guru,  orang tua dengan anak, dan  anak dengan guru di sekolah.

Berbagai upaya  telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penyelenggaraan pendidikan agar  menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia dikatakan berkualitas bilamana mereka mampu: (1) Mandiri selama masih menempuh pendidikan dalam mencapai prestasi belajarnya. Tolok ukur prestasi belajar  tidak hanya dilihat dari nilai akademik yang  dicapai, tetapi juga dari  proses mencapai nilai akademiknya, dan (2) Mandiri setelah lulus dari jenjang pendidikan yang ditempuhnya. Tolok ukurnya  mampu mengaktualisasikan diri hidup bermasyarakat dan mengembangkan bakat kemampuannya.

Membina siswa agar  mandiri merupakan tugas  berat bagi sekolah, maka diperlukan adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah. Di pihak sekolah, untuk membina siswa agar  mandiri diperlukan sistem pendidikan serta sarana dan prasarana pembelajaran. Orang tua perlu memperhatikan kegiatan anaknya di luar jam sekolah. Agar perhatian  orang tua dan sekolah bisa saling mendukung diperlukan kerja sama, utamanya antara orang tua, siswa, dan guru. Kerja sama ini perlu dibina dengan baik karena pembinaan anak agar mandiri diawali dari lingkungan keluarga.

Perkembangan dan pertumbuhan potensi pribadi  anak diawali dan dipengaruhi  pola hidup dalam keluarga.  Tanggung jawab orang tua terhadap anak  antara lain: sebagai penolong dalam kesulitan, melindungi dan memberi rasa aman,memberi kasih sayang, memberi dorongan, serta menanamkan nilai tanggung jawab dan norma yang ada di masyarakat. Dalam proses sosialisasi, orang tua harus dapat menanamkan hal-hal yang merupakan modal utama untuk mandiri, misalnya kejujuran, sikap tidak bergantung kepada orang lain, dan norma agar anak bertanggung jawab terhadap segala hal yang dilakukan.

Orang tua mempunyai kesempatan lebih lama bersama anak/siswa, sehingga mempunyai peran  besar dalam mendukung terciptanya siswa yang mandiri dan berprestasi. Karena itu orang tua harus berusaha meningkatkan semangat belajar anak dengan cara bertanya, misalnya: bagaimana pelajaranmu hari ini, bagaimana hubunganmu dengan guru dan teman-teman di sekolah, apakah ada kesulitan dalam menerima dan mengerjakan tugas, bagaimana hasil ulanganmu, kapan diadakan ulangan lagi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan aktivitas anak/siswa di sekolah. Cara ini diharapkan dapat memunculkan kesadaran dan kemandirian anak akan kewajiban belajar untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Peran orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anak/siswa dapat berupa: (1) Menyediakan fasilitas belajar, (2) Mengawasi kegiatan belajar anak di rumah, (3) Mengontrol pemanfaatan waktu belajar di rumah,  dan (4) Membantu anak  mengatasi kesulitan belajar untuk  mencapai prestasi terbaik.

Orang tua selalu berkeinginan anaknya berprestasi dalam belajar, tidak hanya dilihat dari nilai akademik, tetapi juga meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Dengan kemampuan tersebut diharapkan anak mampu mandiri, baik selama masih dalam masa pendidikan sekolah formal maupun setelah memasuki kehidupan di masyarakat. Untuk menghasilkan siswa berprestasi dan mandiri tidak mungkin hanya membebankan tugas ini kepada guru/sekolah saja, tetapi diperlukan kerja sama dengan orang tua.

Sumarni, S.Pd

Guru IPA SMP Negeri 1 Jatisrono Wonogiri

BERBAGI