Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tingkatkan Keterampilan Menulis dengan Teknik Rumpang

Tingkatkan Keterampilan Menulis dengan Teknik Rumpang

191
AHMAD AFRONI, S.Pd.SD Guru SDN 04 Majakerta, Kec. Watukumpul, Kab. Pemalang
AHMAD AFRONI, S.Pd.SD Guru SDN 04 Majakerta, Kec. Watukumpul, Kab. Pemalang

Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Keterampilan menulis dapat dikatakan puncak dari keterampilan berbahasa, karena di dalamnya termuat tiga keterampilan yang lain, yakni menyimak, berbicara, dan membaca. Oleh karena itu, keterampilan menulis menjadi salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Melalui keterampilan menulis, siswa akan mampu mengekspresikan perasaan, pikiran dan gagasannya melalui bahasa tulis. Kemampuan menulis tidak secara otomatis dikuasai oleh siswa, melainkan harus melalui latihan dan praktik yang banyak dan teratur sehingga siswa akan lebih mudah berekspresi dalam kegiatan menulis. Untuk itu, diperlukan metode yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar salah satunya dengan teknik rumpang.

Teknik rumpang merupakan proses ‘menutup’ sesuatu yang belum lengkap. Dalam teknik rumpang, tempat kosong sengaja disediakan dalam suatu wacana dengan menghilangkan kata-kata tertentu. Tugas siswa adalah mengisikan kembali kata-kata yang dihilangkan tersebut. Untuk mengisikan kembali kata-kata itu secara tepat, siswa dituntut menguasai sistem gramatikal bahasa dan harus dapat memahami wacana.

Teknik rumpang pertama kali diperkenalkan oleh Wilson Taylor (Puji Santosa, dkk, 2009: 6.11) yang mengemukakan bahwa “teknik isian rumpang konsepnya menjelaskan tentang kecenderungan manusia untuk menyempurnakan suatu pola yang tidak lengkap secara mental menjadi satu kesatuan yang utuh, kecenderungan untuk mengisi atau melengkapi sesuatu yang sesungguhnya ada, namun tampak dalam keadaan yang tidak utuh, melihat bagian-bagian sebagai suatu keseluruhan”.

Teknik rumpang dapat merangsang kreativitas berfikir siswa. Dengan beberapa kata atau kalimat yang dihilangkan dalam sebuah paragraf, siswa ditantang untuk menggali kekayaan berfikirnya untuk mengisi ruang kosong dalam paragraf.

Kemampuan siswa untuk mengisikan kata yang hilang dalam teks itu mirip dengan proses konstruktif. Jika konteksnya secara komplit bersifat pengulangan atau pengisian kata itu berupa peringatan, pengisian data itu tidak berbeda dengan melengkapi pola visual yang belum sempurna. Akan tetapi, jika konteksnya belum dikenal, pengisian kata menjadi lebih sulit dilakukan karena kita harus memahami konteks itu terlebih dahulu. Itu sebabnya teknik rumpang tepat digunakan dalam mengukur kemampuan siswa untuk memahami suatu wacana.

Teknik ini dapat diterapkan dengan tiga cara yaitu menghilangkan kata pada urutan tertentu secara konsisten, tanpa membedakan jenis kata (the fixed-ratio method), menghilangkan kata pada urutan tertentu dengan ketentuan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pembuat tes (the variables-fixed ratio) atau menghilangkan kata pada urutan tertentu secara sistematis tetapi apabila kata pada urutan tertentu itu adalah nama tempat, nama diri, angka, tanggal, bulan, tahun, atau istilah, maka kata itu dilampaui dan dipilih kata berikutnya.

Menurut pendapat Wilson Taylor (Muchlisoh, dkk., 1995: 217), ada beberapa keunggulan teknik rumpang yaitu tugas bisa dinilai secara objektif, karena jarang ada yang lebih dari satu jawaban dari satu celah, teknik ini juga dapat dipakai untuk latihan membaca pemahaman, dan melatih siswa bersikap kritis terhadap wacana.

Dengan memperhatikan keunggulan teknik ini dan menerapkannya dalam pembelajaran, dapat membantu menggali daya imajinasi siswa dalam menulis suatu cerita dan merangsang minat belajar siswa sehingga mereka aktif terlibat dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, siswa juga dapat mengembangkan kemampuan menulisnya karena teknik ini mampu mengukur kemahiran berbahasa siswa SD secara menyeluruh. Hal ini dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam meningkatkan keterampilan menulis.

AHMAD AFRONI, S.Pd.SD
Guru SDN 04 Majakerta, Kec. Watukumpul, Kab. Pemalang