Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tingkatkan Ketrampilan Baca Tulis dengan Kolase

Tingkatkan Ketrampilan Baca Tulis dengan Kolase

17
MUNASIH,S,Pd, SD GURU SD NEGERI KROYOKULON, KEC KEMIRI, KAB PURWOREJO

  Model kolase merupakan alat untuk membantu siswa dalam berkreasi di dalam berbahasa /membaca sekaligus berlatih menulis huruf ABJAD dengan model kolase yang saratnya siswa harus menulis huruf/melukis huruf terlebih dahulu di buku gambar atau di kertas manila/untuk menggambar/atau melukis kemudian setelah selesai melukis huruf baru di sediakan kertas berwarna/marmer/kertas emas yang di potong kecil-kecil yang besarannya kisaran setengah senti sampe sesenti,kemudian potongan kertas emas tadi di tempelkan di lukisan huruf –huruf tadi yang sudah terlebih dahulu di tulis/lukis. Sebenarnya masih banyak bahan yang bisa di pergunakan dalam membuat kolase, seperti; daun kering, bunga kering, biji-bijian,kerang,atau pun batu-batuan,bahan bekas(plastic,logam,keras bekas,tutup botol,bungkus permen coklat kain perca , dan sebagainya.

          Sebelumnya kita mengenalkan kolase kita hanya melukiskan kata di papan tulis saja sehingga sangat membuat siswa tidak merspon dalam belajar menulis dan membaca huruf. Adapun kegiatan menulis dan membaca huruf,akan lebih menarik dan merespon,apabila menggunakan model kolase  yang sesuai dengan KTSP 2013. Khususnya dalam bidang pengembangan ketrampilan seni, kompetensi dasar no.4.13. Menunjukkan karya dan aktivitas seni dengan menggunakan berbagai media dengan kegiatan melukis huruf dengan teknik kolase/model kolase.

         Menurut Susanto M(2002;63) Kolase adalah karya aplikasi yang di buat dengan menghubungkan teknik melukis( lukisan tangan ) dengan menempel bahan-bahan tertentu” kolase berasal dari bahasa prancis. Collage yang berarti merekat. Kolase adalah kreasi aplikasi /model yang di buat dengan menggabungkan teknik melukis dengan menempelkan bahan-bahan tertentu. Dalam kegiatan kolase memerlukan kesabaran yang tinggi dan ketrampilan uang memadukan,menyusun, dan menempel bahan yang ada sehingga menjadi sebuah karya seni yang indah dan menarik.Kolase pertama kali di kenalkan oleh Fablo Ricardo dan George Braque.

          Karya kolase dibedakan menjadi beberapa segi yaitu Fungsi matra,corak dan material.Dari segi fungsi kolase merupakan suatu yang di buat semata-mata untuk mengekpresikan cita rasa estetis, Menurut Matra kolase di bedakan menjadi tiga di mensi(tri matra). Sedangkan menurut coraknya di bagi menjadi dua, yaitu Representative dan non Representativ.

Menurut matrial( bahan ) apapun yang dapat di manfaatkan dalam pembuatan kolase asal di tata menjadi komposisi yang menarik. Secara umum bahan baku kolase dapat di kelompokan menjadi dua,yaitu bahan alam  dan bahan bekas.contoh bahan alam; (daun,, ranting , bunga kering,kerang,biji-bijian,kulit ,batu-batuaan,dan kertas)sedangkan bahan bekas contohnya yaitu;(plstik,logam,kertas bekas,tutup botol,bungkus permen,/coklat,kain perca.Dalam kegiatan membuat kolase guru terlebih dahulu membuatkan contoh polanya (gambaran/lukisan,huruf yang sudah siswa ketahui).

 Alat yang diperlukan seperti; lem, gunting, dan bahan untuk di temple. Anak tinggal memilih sesuai kreatifitas anak. melalui kegiatan membuat kolase anak merasa senang dan tertarik untuk menyelesaikan kegiatan dan merasa percaya diri dalam berekpresi dan anak tidak merasa takut dalam menempel, sebaiknya guru harus bisa mengembangkan media yang lebih banyak dan bervariaasi baik dari bentuk,warnanya,sehingga anak didik lebih antusias dan aktif, tampak gembira berkomonikasi dengan guru atau teman.

.

        Secara umum kegiatan membuat kolase dapat meningkatkan ketrampilan baca tulis, terutama ketrampilan melukis huruf dengan tangan,dengan berbagai media,kegiatan belajar membuat kolase berlangsung efektif. Siswa merasa senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran karena dengan penerapan media yang menarik siswa tidak bosan dalam kegiatan pembelajaran seperti kegiatan bermain.minat siswa untuk berkreasi melalui bahan yang di sediakan, hasilnya memuaskan.sebagian besar siswa sudah dapat membaca huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan lancer serta penggunaan lafal yang benar. Siswa semakin tertarik untuk belajar membaca karena mereka menyadari bahwa pembelajaran  membaca merupakan hal yang sangat penting. Siswa telah mengetahui bahwa untuk dapat mempelajari mata pelajaran yang lain terlebih dahulu harus dapat membaca. Untuk itu siswa selalu didorong agar rajin belajar membaca, agar mereka mampu dan gemar membaca.

          Di sini guru betul-betul berhasil dalam kegiatan terlihat dari hasil yang di capai anak meningkat, dari yang sebelumnya hanya bisa mewarnai gambar saja,setelah membuat kolase hasilnya berkembang sangat baik anak bisa memadukan antara pola dengan bahan yang disesuaikaan,melalui kegitan membuat kolase anak bisa mengembangkan citarasa estitika, apalagi dengan bahan lebih bervariasi dan dengan pola yang bemacam-macam sesuai dengan tema dalam suasana yang menyenangkan.

 

MUNASIH,S,Pd, SD

GURU SD NEGERI KROYOKULON, KEC KEMIRI, KAB PURWOREJO