Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tingkatkan Kreatif Anak Dengan Pasir Kinetik

Tingkatkan Kreatif Anak Dengan Pasir Kinetik

555
Siti Aminah,S.Pd.Aud TK.Pertiwi Kedungpucang,Bener,Purworejo
Siti Aminah,S.Pd.Aud TK.Pertiwi Kedungpucang,Bener,Purworejo

JATENGPOS.CO.ID – Pendidikan bertujuan untuk menghasilkan manusia yang mampu membuat perubahan dengan menciptakan gagasan dari hal yang baru. Pendidikan memiliki tujuan untuk mendorong tumbuh kembangnya kreatifitas dan prestasi anak didik sehingga siap menjadi sumber daya manusia yang unggul dalam pembangunan.Dalam Pendidikan anak usia dini,pendidikan ditekankan pada pemberian materi berdasarkan sesuatu yang nyata dan pendidikan yang layak bagi anak pra sekolah.Prinsip pembelajaran di Paud Formal (TK) adalah belajar seraya bermain,Untuk itu pembelajaran di Taman Kanak-kanak ( TK)Sebaiknya di lakukan dengan bermain.

Pengembangan fisik motorik halus anak dengan permainan pasir, anak masih dianggap kurang kreatif. Bagaimana dengan pasir kinetic?

Media Pasir kinetic merupakan mainan anak edukatif pasir ajaib  mainan yang melatih kreatifitas ,sensorik, motoric dan imajinasi anak. Bermain bersama –sama baik dengan orangtua maupun teman-temannya dapat melatih kerjasama ( teamwork), interpersonal skills, social skills,communication, emphaty, ekspresi diri,saling menghargai,memberi dan tolong-menolong,dll. Dengan pasir kinetic, anak  tidak harus keluar rumah ataupun harus ke pantai. Saat ini si kecil dapat bermain pasir di dalam rumah tanpa harus khawatir kepanasan ,pasir berantakan,maupun khawatir adanya bakteri dan kuman pada pasir.

Pembelajaran di lakukan di TK Pertiwi Kedungpucang kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2017/2018. Di kelas B3 dengan jumlah anak didik 19 anak.Sebelum pelaksanaan pembelajaran lebih dahulu dilakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar anak. Hasil observasi terhadap semua anak didik tersebut kemudian dihitung prosentasenya .Selain proses belajar anak,kami juga melakukan pengamatan terhadap jalannya proses pembelajaran yang dilaksanakan.Apakah sudah sesuai dengan rencana yang disusun dan kejadian-kejadian apa saja yang muncul selama observasi berlangsung.

Refleksi kami lakukan dengan mengkaji ulang jalannya pembelajaran dan hasil pengamatan yang telah diperoleh.Adakah kekuatan dan kelemahan yang ditemukan dalam pembelajaran ini.Apabila ada,maka kekuatan dan kelemahan ini akan di pertimbangkan dalam penyusunan rencana berikutnya.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan tehnik observasi,wawancara,dan dokumentasi.Tehnik observasi dilakukan ketika pembelajaran berlangsung terutama pada saat kegiatan pemberian tugas.Sasaran observasi terdiri dari dua hal yaitu proses pembelajaran dan anak didik.Hasil observasi terhadap proses pembelajaran dicatat dalam bentuk data kualitatif dengan cara mencatat peristiwa yang terjadi dalam bentuk uraian.sedangkan hasil observasi terhadap anak didik di catat menggunakan symbol tulisan BB (belum berkembang) MB(mulai berkembang) BSH (berkembang sesuai harapan) BSB (berkembang sangat baik).

Tehnik Wawancara dilakukan kepada anak maupun rekan pendidik lain.Hal ini bertujuan untuk memperoleh keterangan-keterangan atau referensi tentang penelitian yang dilakukan supaya hasil yang diperoleh lebih akurat. Tehnik Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memanfaatkan dokumen-dokumen yang ada.

Pengamatan juga dilakukan terhadap proses pembelajaran yang biasa diterapkan selama ini terutama dalam mengembangkan kreatifitas anak dengan pasir kinetic.Dalam proses observasi kami membagi kreatifitas menjadi 3 indikator yaitu membuat bentuk-bentuk segitiga,segiempat,dan lingkaran, membentuk dengan cetakan,bermain masak-masakan .Indikator inilah yang akan digunakan untuk menganalisis kreatifitas dengan pasir kinetic.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap kreatifitas anak didik kelompok B3 menunjukkan bahwa kreatifitas anak didik  masih rendah karena anak yang sudah mampu mencapai nilai baik masih kurang dari 50%.Setelah kami lakukan pembelajaran dengan kegiatan ditujukan untuk mengembangkan indicator kreatifitas,sehingga kegiatan terfokus dan bersifat pengenalan bentuk-bentuk geometri. Hasil dari observasi tersebut menunjukkan 3 anak sudah mampu melaksanakan dengan baik, 6 anak mencapai nilai cukup, dan 10 anak masih kurang.

Pertemuan berikutnya kami mengembangkan indicator membentuk dengan cetakan.Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap kegiatan ini adalah 4 anak sudah mampu melaksanakan dengan baik, 8 anak mencapai nilai cukup dan 8 anak masih kurang. Sehingga dapat di refleksi kekuatannya banyak bentuk geometri yang di buat dan bentuk sesuai cetakan dengan warna yang menarik sehingga anak mudah mengingat dan menghafal konsep yang di ajarkan,sedangkan kelemahannya ada beberapa anak yang masih tampak kurang bersemangat.

Dengan demikian setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran anak sudah menunjukkan banyak kemajuan.kini sudah bisa focus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.Anak sudah mulai antusias dan tertarik dengan pasir kinetic.Anak sudah tidak takut dalam mengemukakan pendapatnya,mereka tampak semangat dalam menjawab seolah ingin menunjukkan “aku bisa”.Selain keberhasilan dalam pelaksanaan proses pembelajaran,prestasi belajar anak juga  meningkat. Kesimpulannya terjadi peningkatan kreatifitas anak dengan pasir kinetic.Sebagai guru kami harus meningkatkan mutu pembelajaran agar anak didik dan sekolah maju dan berkembang sesuai perkembangan jaman.

Siti Aminah,S.Pd.Aud
TK.Pertiwi Kedungpucang,Bener,Purworejo