Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tingkatkan Motivasi Belajar siswa Dengan Vacet Kontinum

Tingkatkan Motivasi Belajar siswa Dengan Vacet Kontinum

199
ENI ASTUTI, S.Pd.SD.

Proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Proses pembelajaran yang baik adalah proses pembelajaran yang menarik motivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran secara teratur untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini selaras dengan pendapat Fathurrohman dan sutikno (2010:19) motivasi berasal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada didalam diri sendiri seseorang untuk melakukan aktivitas pembelajaran demi mencapai tujuan pembelajaran.

Motivasi merupakan unsur utama yang penting dalam hal ini, yaitu kondisi internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan proses belajar. Proses belajar adanya interaksi antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar. Kegiatan belajar mengajar seorang guru harus dapat mengadakan pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mengalami proses belajar.

Motivasi yang kurang optimal dapat dilihat dari hasil pengamatan kelas VI SD Negeri 2 Pringamba Kecamatan Pandanarum Kabupaten Banjarnegara yang terlihat dari siswa kurang memperhatikan penjelasan guru saat proses pembelajaran, siswa kurang semangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru masih kurang optimal, saat guru memberikan materi pembelajaran banyak siswa yang tidak merespon dalam proses pembelajaran tersebut, dan siswa merasa bosan dengan yang digunakan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung dikarenakan tidak bervariasi. Dalam hal ini menjadikan siswa pada saat dilakukan evaluasi tema 8 Lingkungan Sahabat kita, diakhir pembelajaran sebagian siswa mendapatkan nilai dibawah KKM.

Permasalah motivasi dan prestasi siswa yang terjadi perlu diatasi agar siswa dapat berkembang menjadi siswa yang memiliki motivasi yang baik, salah satu langkah yang dilakukan yaitu dengan model pembelajaran Value Clarification Technique Gejala Kontinum.atau Vacet Kontinum. Vacet menurut Adisusilo (2014:134) adalah pendekatan nilai dimana peserta didik dilatih untuk menemukan, memilih, menganalisis, memutuskan, mengambil, sikap sendiri nilai-nilai hidup yang ingin diperjuangkan sedangkan gejala kontinum adalah gejala yang bersifat kesinambungan misalnya tidak/belum pernah, pernah, kadangkala, sering, dan seterusnya. Gejala kontinum akan diterapkan dengan model Vacet menilai diri sendiri dengan tema yang sama dengan Vacet.

Adapu langkah-langkah dari model pembelajaran ini yaitu 1) guru menjelaskan aturan permainan, 2) guru memberikan ilustrasi cerita, diilustrasikan apabila peserta didik tersebut sedang berulangtahun dan akan mengadakan perayaan, 3) guru memberikan pilihan nama-nama teman yang harus mereka pilih dengan keragaman sifat dan karakter yang berbeda, 4) peserta didik menulis pilihan jawabannya disebuah kertas, 5) setelah semua menuliskan pilihannya guru memasang table permainan, 6) guru menunjuk beberapa peserta didik untuk maju bergantian mengemukakan pilihan jawaban beserta alasannya dan dibahas Bersama dengan teman sekelas. Dalam membahas jawaban peserta didik uraikan makna butir demi butir setelah mendengar alas an peserta didik.

Keunggulan modei Vacet ini salah satunya dapat menciptakan pembelajaran yang mengikutsertakan emosi dan perasaan peserta didik, sehingga dapat membuat peserta didik mencari nilai menurut hakikat kebenaran yang sesuai dengan hati nurani peserta didik. Kelebiahn Vacet menurut Djahiri Taniredja (2012:91) yaitu mengetahui kualitas moral yang dimiliki peserta didik dan memberikan kesempatan peserta didik untuk menganalisis nilai pada dirinya maupun orang lain, memberikan pengalaman belajar pada peserta didik dari berbagai kehidupan sehingga dapat menginternalisasi dalam materi dan guru dapat membina peserta didik untuk mengembangkan potensi positif dalam dirinya, dan memberi gambaran nilai moral yang patut diterima dan mendorong peserta didik untuk hidup layak dan bermoral tinggi.

 

Oleh

ENI ASTUTI, S.Pd.SD.

Guru Kelas

SD Negeri 2 Pringamba Kec. Pandanarum Kab. Banjarnegara