Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Titi DJ, Gairahkan Pembelajaran Pola Bilangan

Titi DJ, Gairahkan Pembelajaran Pola Bilangan

202
Eti Sunarsih, S.Pd Guru Matematika SMP 1 Dawe Kudus

Berbicara tentang Titi DJ, terbersit di benak pembaca tentulah salah satu diva Indonesia “Titi Dwi Jayanti”. Adapula istilah Titi DJ sebagai bahasa gaul “hati-hati di jalan”. Namun, bukan kedua hal tersebut. Titi DJ kepanjangan dari “Tiga Tinggal Dua Jalan”. Modifikasi model pembelajaran kooperatif TSTS (Two Stay Two Stray berarti dua tinggal dua tamu) yang dikembangkan Spencer Kagan tahun 1992.

          Hasil pengamatan minat belajar Pola Bilangan pada 28 siswa kelas IXD SMP 1 Dawe Kudus dengan 3 indikator (perhatian, tidak mengantuk, dan keaktifan) didapat jumlah skor 50 dari 84. Menunjukkan minat belajar masih rendah. Selain itu, hanya 12 siswa (43%) yang berminat belajar. Hasil belajar juga rendah. Nilai rata-rata hanya 55, masih jauh dari KKM sebesar 78. Serta hanya 11 siswa (39%) yang tuntas belajar. Cara memecahkan masalah tersebut menggunakan model pembelajaran kooperatif Titi DJ.

          Darmadi (2017:42) mengartikan model pembelajaran sebagai prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pada model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang heterogen dan dikelompokkan dengan tingkat kemampuan berbeda.

          Langkah-langkah Titi DJ: guru menyampaikan permasalahan pada siswa sesuai KD yang akan dicapai. Guru membentuk kelompok terdiri lima siswa secara heterogen. Guru memberikan Lembar Kerja atau tugas untuk dibahas dalam kelompok. Dua siswa dari tiap kelompok berkunjung ke kelompok lain untuk mencatat hasil pembahasan tugas dari kelompok lain. Sisa kelompok tetap dikelompoknya untuk menerima siswa yang bertamu ke kelompoknya. Siswa yang bertamu kembali ke kelompoknya dan menyampaikan hasil kunjungannya. Hasil kunjungan dibahas bersama dan dicatat. Hasil diskusi kelompok dikumpulkan. Guru memberikan penilaian atau penghargaan secara kelompok.

          Kelebihan Titi DJ, siswa tidak hanya bekerja sama dengan anggota sekelompoknya. Namun juga bekerja sama dengan kelompok lain. Memungkinkan terciptanya keakraban sesama teman dalam satu kelas. Berorientasi pada keaktifan siswa sehingga siswa lebih bergairah dalam pembelajaran. Dapat diterapkan pada semua jenjang pendidikan.

          Hasil Penelitian Tindakan Kelas menggunakan Titi DJ berbantuan Media Audio Visual, terbukti dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika materi Pola Bilangan. Hasil observasi didapat skor 50 pada kondisi awal menjadi 72 pada kondisi akhir. Menunjukkan minat belajar siswa meningkat dari rendah menjadi tinggi. Siswa yang berminat belajar meningkat 32% dari 12 siswa (43%) menjadi 21 siswa (75%). Sedangkan hasil tes tulis menunjukkan rata-rata hasil belajar juga meningkat 30 point dari 55 menjadi 85. Siswa yang tuntas belajar meningkat 40% dari 11 siswa (39%) menjadi 22 siswa (79%).

          Secara teoretis maupun empirik terbukti bahwa Titi DJ meningkatkan proses maupun hasil belajar. Juga memperbaiki kualitas belajar dan pembelajaran. Siswa lebih bergairah dalam pembelajaran. Lantas apalagi yang guru ragukan untuk menggunakan Titi DJ dalam kegiatan belajar pembelajaran.

Oleh: Eti Sunarsih, S.Pd

Guru Matematika SMP 1 Dawe Kudus