Beranda Sekolah Hebat Opini Guru “TORBAYA” Dongkrak Prestasi Belajar Materi KPK dan FPB

“TORBAYA” Dongkrak Prestasi Belajar Materi KPK dan FPB

676
TARUDIN GURU SD PEKAUMAN 7 TEGAL
TARUDIN GURU SD PEKAUMAN 7 TEGAL

Berdasakan pengamatan, ada beberapa siswa menyukai pelajaran matematika, namun banyak siswa yang lebih menyukai pelajaran lain seperti IPA , IPS, dan lainya. Hal ini berdampak  prestasi siswa pada pelajaran matematika secara umum memperoleh hasil tidak memuaskan. Apalagi pada beberapa materi pelajaran Matemtika tingkat sekolah dasar seperti kompetensi KPK dan FPB, haruslah menguasai konsep-konsep dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Operasi hitung digunakan hampir pada semua materi pada pelajaran matematika termasuk Materi KPK dan FPB. Oleh karena itu kemampuan menghitung harus dituntaskan pada kelas yang lebih rendah agar mampu menyesuaikan pada pembahasan dikelas yang lebih tinggi. Selain latar belakang kelas sebelumnya, penyerapan materi juga dipengaruhi kondisi mental siswa dalam menerima pelajaran.

Hasil belajar yang tidak memuaskan juga dialami di SD Pekauman 7 kelas lima yang bertempat di wilayah kecamatan Tegal barat kota Tegal,  pada materi KPK dan FPB. Ada 40% dari jumlah siswa belum mencapai KKM dan 35% sesuai KKM serta hanya 30% lainya mencapai hasil Memuaskan.

Oleh karena itu, Penulis menawarkan Metode Tutor Sebaya yang disingkat “TORBAYA” sebagai Model pembelajaran pada materi FPB dan KPK.

Menurut Darmin ( 2010:139) Kelompok sebaya berpengaruh penting bagi perkembangan sepanjang sejarah hidup peserta didik. Tetapi pengaruhnya paling kritis selama tahun-tahun perkembangan mereka ketika masih kanak-kanak dan remaja. Sering Muncul kotroversi tentang mana yang paling dominan bagi perkembangan kepribadian, apakah pengaruh kelompok sebaya atau pengaruh orang tua, terutama pada masa remaja.

Bruffee (1995) menjelaskan bahwa peer tutoring atau tutor sebaya  merupakan salah satu metode yang mendorong aktivitas yang berpusat pada siswa, termasuk pembelajaran mandiri maupun diskusi kelompok informal untuk memastikan bahwa mereka sesuai, efektif dan efisien.

Goodlad (1998) menyarankan untuk melibatkan peserta didikdalam tanggung jawab mereka sendiri dengan orang lain untuk meningkatkan interaksi sosial dan mentransformasikan belajar dari pribadi ke kegiatan sosial.

Dari pendapat diatas, ditarik kesipulan bahwa tujuan dari tutor srbaya antara lain mengembangkan kemampuan belajar,  mengevaluasi hasil kerja, menyelesaikan masalah-masalah tertentu, mendorong belajar mandiri, mengurangi angka putus sekolah, dan memberi dukungan kepada siswa.   Tutor sebaya  mampu memberikan dukungan satu sama lain serta membangun kepercayaan dan hubungan yang baik sehingga dapat merefleksikan pengalaman mereka sendiri.

Pembelajaran pada pelajaran matematika kelas lima materi KPK dan FPB adalah salah satu materi yang tergolong tingkat kesulitanya tinggi, oleh karena itu perlu penanganan dan metode yang tepat agar hasil belajar memuaskan. Kemampuan peserta didik yang beraneka ragam dapat dijadikan target dan sarana untuk proses belajar yaitu menggunakan metode “TORBAYA” atau Tutor Sebaya.

Ketika Pembelajaran menggunakan model Konfensional, hasil belajar Matematika kelas lima materi KPK dan FPB memperoleh nilai yang tidak memuaskan. Yaitu 50% dari jumlah siswa yang belum mencapai KKM dan 35% sudah mencapai KKM serta hanya 20% lainya mencapai hasil memuaskan.

Pada kesempatan lain, pembelajaran materi KPK dan FPB dilaksanakan dengan menggunakan metode tutor sebaya. Guru terlebih dahulu mempelajari karakter dan kemampuan peserta didik secara individu untuk menentukan siapa saja yang dapat dijadikan tutor dalam pelaksanaan pembelajaran

Kita dapat menugaskan atau menunjuk  salah satu siswa secara bergantian untuk bertindak sebagai narasumber pada pembelajaran tentunsaja dalam pengawasan guru. Peserta didik akan lebih focus bila penyampaian materi disampaikan oleh teman sebaya, sehingga materi dapat diserap peserta didik secara maksimal.

Metode Tutor Sebaya mampu mendongkrak  nilai Matematika kelas lima pada materi KPK dan FPB di SD Pekauman 7. Terbukti setelah penggunaan metode tersebut siswa dikelas SD Pekauman 7 peserta didik yang mencapai KKM ada 95% dari jumlah siswa, dan 60% diantara lainya memperoleh nilai kategori memuaskan.

Bedasarkan pengalaman pembelajaran diatas, kami sarankan agar pendidik dapat berinofasi dan kreasi menggunakan fariasi metode pembelajaran salah satunya menggunakan metode “TORBAYA” untuk pembelajaran pada kelas 5 pelajaran matematika materi KPK dan FPB,  atau materi lain juga dapat menggunakan metode yang serupa karena metode “TORBAYA” dapat digunakan pada semua materi.

TARUDIN

GURU SD PEKAUMAN 7 TEGAL