Beranda Ekonomi Tragedi Konstruksi Muncul Karena Tidak Taat Prosedur Teknik

Tragedi Konstruksi Muncul Karena Tidak Taat Prosedur Teknik

BERBAGI
Dekan Fakultas Teknik UNS dan panitia 4th ICRMCE saat memberikan keterangan pada media massa tentang seminar internasional yang melibatkan peneliti tekni dari 12 negara, di Hotel Best Western Sukoharjo. Foto: ade ujianingsih/jatengpos

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Terjadinya sejumlah kecelakaan kerja atau tragedi pada sejumlah proyek infratruktur dalam kurun waktu beberapa tahun ini di Indonesia, menurut sejumlah ahli teknik disebabkan karena tidak taat prosedur teknik.

“Banyak hal yang menyebabkan munculnya tragedi pada proyek bangunan, harus ada penelitian khusus. Namun kami bisa pastikan karena ketidaktaatan pada prosedur teknik. Para pekerja bangunan sudah paham betul aturannya untuk pemakaian dan perbandingan bahan bangunan.” Ungkap Dr. Techn. Ir. Sholihin As’ad, M.T, dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, pada wartawan di Hotel Best Western Solobaru Sukoharjo, (11/7).

Hal tersebut pula yang menjadi salah satu latar belakang digelarnya seminar internasional The 4th International Conference on Rehabilitation and Maintenance in Civil Engineering (4th ICRMCE), atau seminar internasional Rehabilitasi dan pemeliharaan dalam dunia teknik sipil, yang digelar Fakultas Teknik UNS, selama dua hari di Best Western.

“Rehabilitasi dan pemeliharaan dalam dunia teknik sipil merupakan bagian yang penting, tidak kalah penting dengan perencanaan. Beban beban yang berlebihan yang bekerja pada bangunan, bencana alam, ketiadaan prosedur yang benar, dan juga menurunnya fungsi bangunan akibat degradasi atau perlemahan material menjadi penyebab kerusakan infrastruktur.” imbuh ketua panitia seminar Yusep Muslih.

Dalam seminar tersebut diikuti 140 peserta dari 12 negara, yakni dari Indonesia, Jepang, Thailand, Taiwan, Australia, Belanda, Jerman, Quait, UAE, Inggris, Malaysia dan Singapura. “Peserta tahun ini lebih banyak. Kami optimis seminar ini yang diikuti para ahli teknik dunia mampu memberikan kontribusi pada dunia teknik, khususnya rehabilitas dan pemelihanaan bangunan.” Tandas Yusep. (dea/drh)