Beranda Headline TRAGIS !!! Dua Bocah Tewas Tenggelam di Galian Batu !

TRAGIS !!! Dua Bocah Tewas Tenggelam di Galian Batu !

38
BERBAGI
EVAKUASI : Petugas Polsek Patean dibantu warga sekitar berusaha mengevakuasi kedua bocah yang diduga terpeleset dan jatuh tenggelam di kubangan air sedalam dua meter bekas galian batu saat asyik bermain, kemarin. Foto : Adye Viant

JATENGPOS.CO.ID, KENDAL – Dua anak ditemukan tewas tenggelam di kubangan air di bekas galian batu di Dusun Ploso, Desa Plososari, Kecamatan Patean, Kendal, Selasa (13/3).

Kedua korban yakni Eko Prasetyo (9) dan Saifudin (8) warga Dusun Ploso, Desa Plososari. Mereka ditemukan warga setempat sudah dalam kondsi mengambang di kubangan air bekas galian batu dengan kedalaman sekitar dua meter.

Tidak ada yang mengetahui persis penyebab keduanya tenggelam. Namun, polisi menduga jika kedua korban terjatuh karena terpeleset saat asyik bermain. Dari keterangan Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya melalui Kapolsek Patean AKP Abdullah Umar mengatakan, tidak ada warga yang mengetahui persis kejadian tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan salah satu saksi yang merupakan nenek korban dari Eko Prasetyo, yakni Rohati (65) menyatakan, melihat kedua korban sebelumnya masih bermain di halaman sekitar rumah pada Senin (12/3) petang.

“Saksi yang merupakan nenek korban dari Eko Prasetyo ini memintanya agar pulang dan masuk rumah, sebab hari sudah mulai gelap,” kata AKP Abdullah Umar.

Selanjutnya, tanpa sepengetahuan dari Rohati (saksi,red) kedua korban bukannya pulang. Namun ada warga lain yang melihat sedang asyik bermain di dekat lokasi lubang galian batu. Hingga hari menjelang gelap, kedua bocah tak kunjung pulang.

“Kedua orang tua korban sempat panik, selanjutnya bersama sejumlah warga berusaha mencarinya kesana kemari hingga malam hari. Namun, usaha yang dilakukan tersebut tidak membuahkan hasil,” tutur Kapolsek Patean di lokasi penemuan korban, Selasa (13/3).

Sementara itu, pada keesokan harinya warga sekitar yakni Sukardi dan Rohadi, kembali berusaha melakukan pencarian di sekitar lokasi.  Di lubang bekas galian batu yang penuh dengan kubangan air, mereka berdua melihat ada sesuatu yang muncul dipermukaan.

“Saat dilihat dari dekat sesuai dengan ciri-ciri yang dimaksud, ternyata benar kedua korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal di kubangan air bekas lubang galian batu sedalam dua meter. Koran bernama Saifudin ditemukan mengapung, sedangkan korban Eko berada di dasar galian,” terang Kapolsek.

Kepala Desa Plososari Soewardi mengatakan, sebelumnya sebelum kejadian. Ada warga yang berada di sebuah warung masih melihat keduanya. Hari mulai gelap, ada salah seorang warga yang berada di warung juga sempat menyuruhnya pulang.

“Petugas medis yang melakukan pemeriksaan, tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban meninggal dunia karena tenggelam,” tandasnya. (via/drh)