Beranda Jateng Pantura Timur Transaksi Non Tunai Permudah Pedagang

Transaksi Non Tunai Permudah Pedagang

BERBAGI
Pemkab Demak bersama Bank Jateng saat mensosialisasikan transaksi non tunai pada para pedagang. FOTO : ADHI PRAMANTO/JATENGPOS.CO.ID

JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Menuju era millennia, saat ini pembayaran dengan uang tunai sudah mulai ditinggalkan. Gantinya pemerintah mulai mensosialisasi pembayaran secara non tunai. Kelak, semua transaksi akan menggunakan sistem yang dipakai oleh perbankan, sehingga tidak ada lagi hubungan antarpersonal.

Sistem ini akan langsung tercatat di kas daerah untuk menghindari adanya penyimpangan dan penyalahgunaan. Tentunya juga untuk menekan angka korupsi.  Hal itu disampaikan Asisiten Administrasi Agus Supriyanto, SH. MM, saat membuka acara Sosialisasi Transaksi Non Tunai menuju Demak yang lebih transparan, di Pendopo Kabupaten Demak, Kamis (30/11).

Didampingi Kepala BPKPAD Suhasbukit, SH. MM, Wakil Kepala Divisi Bank Jateng Joni Anwar, dan Kepala OPD Se-Kabupaten Demak. Agus menjelaskan jangan sampai ada pihak yang nantinya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Perilaku individu inilah yang terkadang tidak menunjukkan suatu komitmen. Satu orang yang berbuat, akan mencemari kredibilitas aparatur pemerintahan secara keseluruhan.Terlebih di Kabupaten Demak juga telah diberlakukan E-Planning dan E-Budgeting.

“Dengan adanya E-Planning, E-Budgeting, dan transaksi non-tunai ini diharapkan dapat terbangun sinergitas perencanaan dan penganggaran antara pusat dan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Divisi Bank Jateng Joni Anwar menerangkan dasar pelaksanaan transaksi non tunai yaitu Perancangan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) oleh Gubernur Bank Indonesia. Kemudian Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 910/1866/SJ tanggal 17 April 2017 perihal Implementasi Transaksi Non Tunai pada Pemerintah Daerah Provinsi dan pada Pemerintah Daerah atau Kota.

“Tujuan kami adalah mewujudkan salah satu misi Bank jateng, yaitu Menyediakan Produk Perbankan yang lengkap sesuai kebutuhan nasabah, dan peningkatan Edukasi atau Literasi dan inklusi keuangan di masyarakat melalui produk layanan Perbankan,” jelas Joni.

“Tentunya itu sudah disetujui Gubernur pada 1 September lalu, dengan adanya MOU penanda tanganan kerjasama dengan Bank Jateng, dan sudah mulai dilaksanakan pada tanggal 10 Okrober 2017,” imbuhnya.

Untuk itu, saat ini pihaknya sudah melatih bendahara pengeluaran dan bendahara penerimaan. Kedepan Pemkab Demak akan mendapat pelatihan tersebut, dalam rangka memberikan peningkatan SDM dalam masalah PAD.

“Semoga kedepan dapat memberikan kemudahan bagi semua pihak, baik masyarakat dan semua stakeholder terhadap akses informasi keuangan, sebagai acuan untuk berpartisipasi dan melakukan pengawasan,” pungkasnya. (adi/biz/sgt)