Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Trik Mudah Mengajarkan Pola Dasar Blouse Pada Siswa

Trik Mudah Mengajarkan Pola Dasar Blouse Pada Siswa

703
Dyah Kusumaningrum, S.Pd Guru SMK Negeri 1 Gesi, Sragen
Dyah Kusumaningrum, S.Pd Guru SMK Negeri 1 Gesi, Sragen

JATENGPOS.CO.ID – Blus merupakan busana penutup tubuh bagian atas bermodel longgar yang memiliki ukuran panjang hingga sebatas pinggang sehingga ketika dikenakan akan memiliki efek menggantung di atas tubuh pemakainya. Blus ini biasanya dibuat dengan atau tanpa kancing pada bagian depannya.

Pola dasar wanita dibuat berdasarkan ukuran sipemakai. Pada dasarnya pola dasar wanita dibuat melalui tahapan-tahapan sebagi berikut: pola yang diukur adalah : lingkar badan : 88cm, lingkar pinggang: 60cm, lebar muka : 31cm,panjang muka : 30cm ,panjang bahu 12cm, lebar punggung : 33 cm,panjang punggung : 36cm,panjang baju : 60 cm,panjang lengan : 25 cm, tinggi puncak lengan 11 cm. Yang pertama dilakukan adalah  menyiapka alat. Alat yang disiapkan yaitu : buku, skala 1:4, pensil penggaris, kertas merah biru.

Membuat pola busana merupakan salah satu mata pelajaran yang kurang diminati siswa dengan berbagai alasan. Menjadi tantangan penulis untuk merubah image siswa terhadap mata pelajaran ini, yaitu merubah  pola dan kebiasaan yang kurang tepat menjadi sesuatu yang kurang pas, mudah dan menyenangkan dalam membuat pola dasar wanita

Pola dasar bluse perlu dipraktekkan,untuk melihat apakah pola yang kita buat sudah bagus dan nyaman untuk dipakai. Secara teori menurut buku pola dipakai tidak nyaman,tetapi secara teori praktis mudah dipahami dan yaman untuk dipakai.  Langkah membuat pola dasar Bluse yang pertama adalah keterangan pola bagian depan. Pola bagian depan buat garis lurus memanjang kebawah. A-B : 8 cm, A-A1 : 7 cm, kemudian dibentuk membuat lengkung pada garis leher.untuk membuat panjang bahu :A1-A2 :12 cm,kemudian A2 turun 3,5 cm,dan  dibentuk menyerong dan dicek lagi apakah A1-A2 :12 cm, B-E : turun 5 cm,untuk mencari lebar muka E-E1 : ½ lebar muka,dari C-D : panjang muka + 1, untuk mencari ukuran badan D-D1 : ¼ lingkar badan +1, B-C : panjang muka, C-C1 : ¼ lingkar pinggang +1+3,kemudian titik A3-E1-D1 dibentuk menggunakan penggaris siku untuk membuat kerung lengan,untuk mencari titk panggul C-F : turun 18 cm, (tinggi panggul), kemudian untuk mencari lebar panggul F-F1 : ¼ lingkar panggul +1,untuk mencari panjang baju B-F2. Untuk membuat kupnat titik C-C2 : 1/10 lingkar pinggang +1,kemudian ditarik kekiri 1.5,kekanan 1,5.untuk panjang kup keatas 12,kebawah 12 cm.

Untuk pola depan warnanya merah Pola bagian depan sudah jadi. Untuk bagian belakang yang berbeda adalah A-B : 2cm,kemudian B-E : turun 10 cm,untuk mencari lebar punggung : E-E1: ½ lebar punggung. Sedangkan mencari panjang punggung B-C, untuk yang laennya semua pola bagian belangkang dibuat sama dengan pola bagian depan tinggal semuanya dikurangi 1 cm. Untuk kupnat bagian belankang C-C2:1/10 lingkar pinggang-1 cm,kemudian keluar 3cm,terus diambil tengah-tengan diberi tanda titik.Dari titik ditarik garis ketas 12 cm kebawah 12 cm baru dibentuk kupnat. Untuk pola bagian belakang warnanya biru

Peserta didik mendapat materi pola dasar di  kelas X  semester 1 yaitu tentang pola dasar yang terdiri dari mengambil ukuran,membuat pola dasar badan, Pola dasar lengan, Pola dasar rok , untuk ini yang saya bahas adalah pola dasar badan.Untuk  semester dua mendapatkan materi tentang  merubah pola dasar /merubah model sesuai dengan ukuran sipemakai atau ukuran S,M,L,XL,XXL. Di kelas XI, peserta didik diberi gambar model bluse.dan macam-macam model dengan berbagai kesempatan, kemudian dipraktekkan

Pengalaman tidak terlupakan waktu pertama kalinya masuk kelas, di mana penulis belum mengenal sebagian besar kondisi peserta didik. Materi sudah disiapkan untuk pertemuan pertama sesuai dengan silabus, yaitu dasar pola. Setelah memberi penjelasan secukupnya tentang teknik mengambil ukuran,membuat pola dasar,merubah model bluseselanjutnya siswa diberikan tugas membuat pola dasar bluse.

Di sinilah penulis menghadapi situasi yang di luar perkiraan, karena murid tidak segera mengerjakan. Banyak  reaksi dari para peserta didik dalam mengekpresikan materi yang penulis sampaikan, ada yang menutup gambar dengan  tangan , ada yang dimasukkan  ke laci, ada yang bergerombol, ada yang diam  mencari inspirasi.

Setelah 45 menit waktu berlalu,untuk menghilangkan kegundahan hati,maka penulis mencoba bertanya kepada peserta didik. Mengapa belum membuat pola, mereka menjawab : bu saya belum mengukur,dll.untuk memudahkan bergerak sesuai sikap yang diinginkan pakai ukuran standar. Disitu sudah tertera ukuran standar dari S,M,L,Xl,XXL.Untuk mengatasi masalah tersebut,penulis memulai membuat pola dasar berdasarkan ukuran S,M,L.Para peserta didik mempraktikkan pola dasar dengan sistem praktis sangatlah mudah sehingga semua orang bisa mempraktekkan.

Dyah Kusumaningrum, S.Pd
Guru SMK Negeri 1 Gesi, Sragen