Beranda Sekolah Hebat Opini Guru TSTS Tingkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

TSTS Tingkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa

202
Tursilowati, S.Pd.Si. Guru Matematika SMP N 12 Purworejo
Tursilowati, S.Pd.Si. Guru Matematika SMP N 12 Purworejo

Matematika masih menjadi momok bagi sebagian besar siswa. Banyak siswa merasa kesulitan dalam memahami materi matematika. Tidak berbeda dengan yang terjadi di SMP N 12 Purworejo kelas IX A tempat penulis mengajar sebagai guru matematika. Hasil belajar siswa masih belum sesuai harapan. Rata-rata hasil Ulangan harian Matematika siswa kelas IX A Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 materi Kesebangunan dan Kekongruenan 60,90 dengan nilai tertinggi 98 dan terendah 10. Selain itu, siswa masih belum terbiasa belajar melalui kerjasama, siswa juga masih kurang berani dalam mengungkapkan pendapatnya.

Perlu dilakukan upaya perbaikan agar hasil belajar siswa bisa meningkat. Menurut Shigeo Katagiri (2007), dalam belajar matematika siswa tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk menyelesaikan soal atau tugas dengan benar dan cepat, tetapi siswa juga membutuhkan kemampuan untuk memutuskan untuk diri mereka sendiri apa yang harus mereka lakukan. Kemampuan untuk memunculkan ide sendiri, meskipun sederhana, dan menjalankannya sendiri, dan kemampuan kreatif adalah yang terpenting untuk dimiliki siswa. Salah satu upaya yang penulis lakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang bervariasi. Alternatif model pembelajaran yang bisa diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif.

Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah tipe Two Stays Two Strays (TSTS), “Dua Tinggal Dua Tamu”. Model Two Stay Two Stray merupakan sistem pembelajaran kelompok dengan tujuan agar siswa dapat saling bekerja sama, bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah, dan saling mendorong satu sama lain untuk berprestasi. Metode ini juga melatih siswa untuk bersosialisasi dengan baik (Huda, 2013:207).

Pembelajaran kooperatif model TSTS terdiri dari beberapa tahapan (Lie, 2002:60-61) meliputi tahap: persiapan, presentasi guru, kerja kelompok, formalisasi, serta evaluasi dan penghargaan. Setelah menerima lembar kegiatan yang berisi permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan konsep materi dan klasifikasinya, siswa mempelajarinya dalam kelompok kecil (4 siswa) yaitu mendiskusikan masalah tersebut bersama-sama anggota kelompoknya. Masing-masing kelompok memecahkan masalah dengan cara mereka sendiri. Kemudian 2 anggota dari setiap kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompok lain, sementara 2 anggota yang tinggal dalam kelompok bertugas menyampaikan hasil kerja mereka kepada tamu. Setelah memperoleh informasi dari 2 anggota yang tinggal, tamu mohon diri dan kembali ke kelompoknya dan melaporkan temuannya serta mancocokkan dengan hasil kerja mereka.

Setelah menerapkan model TSTS pada kelas IX A SMP N 12 Purworejo Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 materi Bangun Ruang Sisi Lengkung, hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Pada siklus 1 rata-rata nilai siswa mencapai 81,25 dengan nilai tertinggi 100 dan terendahnya 25. Sedangkan pada siklus 2 nilai rata-rata kelas kembali meningkat menjadi 85,69 dengan nilai tertinggi 100 dan terendahnya 40. Berdasarkan hasil tersebut, bisa disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Model pembelajaran tipe TSTS memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilannya secara mandiri. Dengan tugas yang diberikan siswa dilatih untuk bisa membangun pemahamannya sendiri. Belajar siswa diarahkan menjadi belajar yang bermakna.

Selain itu salah satu keunggulan tipe TSTS adalah siswa diarahkan aktif, baik dalam berdiskusi, tanya jawab, mencari jawaban, menjelaskan dan juga menyimak materi yang dijelaskan oleh teman. Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray memberikan gambaran pada siswa mengenai kenyataan kehidupan di masyarakat, yaitu dalam hidup bermasyarakat diperlukan hubungan dan interaksi sosial antara individu dengan individu lain dan antar individu dengan kelompok. TSTS bisa menjadi alternatif model pembelajaran yang bisa diterapkan di kelas.

Tursilowati, S.Pd.Si.
Guru Matematika SMP N 12 Purworejo