Beranda Sekolah Hebat Opini Guru TTS Pacu Siswa Aktif dan Berbudi

TTS Pacu Siswa Aktif dan Berbudi

387
Surip, S.Pd Guru SMP Negeri 2 Toroh Kabupaten Grobogan
Surip, S.Pd ,SMP Negeri 2 Toroh Kabupaten Grobogan

GROBOGAN – Keaktifan siswa sangat mewarnai suasana kegiatan belajar mengajar yang  dilaksanakan oleh guru dan siswa. Suasana kegiatan belajar mengajar  akan hidup ketika terjadi interaksi timbal balik antara siswa dengan guru, siswa dengan siswa. Sebaliknya  suasana kegiatan belajar mengajar  akan mati ketika siswa pasif. Ketidakaktifan siswa tersebut mungkin disebabkan mereka malu mengutarakan pendapatnya karena takut salah, enggan menjawab walaupun sebenarnya bisa. Mungkin juga siswa bosan sehingga mereka memilih diam, malas  bertanya.

Setiap guru pasti berupaya melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan. Berbagai metode, pendekatan, sumber, media dipilih untuk menciptakannya. Harapannya, semua siswa bisa berperan aktif dalam pembelajaran. Siswa berani menjawab, tidak takut berpendapat dan mau bertanya ketika ada hal yang belum diketahuinya. Untuk memacu keaktifan siswa, bisa dilakukan dengan cara pemberian  Turus Titik Setrip (TTS)

Turus Titik Setrip (TTS) dalam artikel ini adalah penggunaan tanda turus (l), titik (.), dan setrip (-) pada daftar nilai untuk memberikan imbalan atas prestasi siswa.  Turus  diberikan kepada siswa yang dapat menjawab atau berani mengutarakan pendapat dengan benar. Titik diberikan kepada siswa yang berani menjawab atau mengutarakan pendapat tetapi belum benar, sedangkan setrip diberikan kepada siswa yang melanggar atau melakukan kesalahan, misalnya : tidak mengerjakan PR, berpakaian tidak sesuai aturan, berbuat yang tidak sopan, berbicara kasar atau dalam istilah Jawa saru.

Dengan tanda turus, titik dan setrip  siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran. Siswa berlomba ingin mendapat tanda turus yang sebanyak-banyaknya. Siswa berebut ingin menjawab dan mengutarakan pendapatnya karena jika benar akan mendapat satu turus,  tidak takut salah karena salahpun tetap mendapat tanda titik sebagai penghargaan atas keberaniannya. Demikian pula bagi siswa yang sudah mendapat tanda setrip, berusaha  menjawab yang benar agar bisa menghapus  tanda setrip, karena satu tanda setrip bisa dihapus dengan 1 tanda turus. Jadi, dengan  tanda turus, titik lan setrip ini siswa  terpacu untuk lebih aktif.

Tujuan penggunaan tanda turus, titik dan setrip ini menjadikan siswa lebih aktif dalam pembelajaran, keadaan kelas bisa lebih kondusif sehingga pemahaman siswa meningkat dengan tetap berbudi. Karena setiap perbuatan yang tidak terpuji akan mendapat satu setrip.

Penggunaan cara pemberian  hadiah turus dan titik serta sanksi berupa setrip tersebut, dimulai  guru menyampaikan teknik penilaian mata pelajaran Bahasa Jawa lalu kompetensi yang akan  dicapai. Penilaian utama dalam Bahasa Jawa adalah budi pekerti, meliputi : 1) cara berpakaian 2) cara berbicara 3) cara bersikap. Setelah itu guru menjelaskan indikator pencapaian kompetensi tersebut serta  materi yang sesuai dengan kompetensi. Kemudian guru menjelaskan pemberian hadiah turus dan titik serta sanksi berupa setrip. Untuk mengetahui pemahaman  siswa, guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai indikator. Siswa yang dapat menjawab dengan benar mendapat satu tanda turus, jika belum benar siswa mendapat tanda titik, dan  yang melanggar atau melakukan kesalahan, mendapat tanda setrip. Siswa yang berkompetensi tinggi akan mendapat banyak tanda turus.

Kelebihan penggunaan tanda turus, titik dan setrip yaitu suasana kelas lebih hidup dan anak tetap berbudi karena siswa selalu berhati-berhati dalam berbicara, dan bersikap. Ada hadiah dan sanksi bagi siswa. Hanya saja ada kekurangannya, bagi siswa yang berkompetensi rendah kurang mendapat peluang untuk menjawab. Selain itu, kelas menjadi lebih ramai karena berebut ingin menjawab. Untuk menanggulangi , pada akhir pembelajaran guru memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk menjawab pertanyaan yang sama kepada seluruh siswa secara acak, utamanya yang belum mendapat tanda turus. Jika menjawab benar mendapat turus, apabila salah mendapat setrip.  Kesimpulan menggunakan tanda turus titik dan setrip, diyakini suasana pembelajaran bisa lebih hidup, pemahaman siswa meningkat dengan tetap berbudi.