Beranda Semarang TTS Tumbuhkan Sikap Pantang Menyerah

TTS Tumbuhkan Sikap Pantang Menyerah

162
Naning Hidayah, S.Pd.I Guru PAIBP SD Randugunting 5 Tegal
Naning Hidayah, S.Pd.I Guru PAIBP SD Randugunting 5 Tegal

Salah satu tantangan penerapan kurikulum 2013 adalah guru dituntut untuk mengajar dengan berpusat pada siswa. Guru harus keluar dari pakemnya yang terbiasa mengajar dengan ceramah dalam menyampaikan materi kemudian siswa hanya mendengarkan dan mengerjakan perintah atau tugas. Pada kurikulum 2013, guru bertindak sebagai fasilitator dengan menghadirkan pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk menemukan sendiri tujuannya. Pengalaman yang diperoleh sendiri ini merupakan langkah efektif karena lebih bermakna dan membekas lama dalam ingatan dan pemahaman peserta didik.

Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan saintifik.

Demikian halnya pada mata pelajaran PAIBP Kelas IV SD Randugunting 5 pada Kompetensi Dasar Memahami Makna Sikap Pantang Menyerah. Guru harus kreatif mencari metode atau media yang sesuai sehingga peserta didik memahami arti, cara dan mampu bersikap pantang menyerah. Sikap dalam KBBI (2003: 1063) artinya adalah perbuatan yang berdasarkan pada pendirian; keyakinan.

Pantang menyerah terdiri dari dua kata yaitu pantang dan menyerah. Pantang berarti hal (perbuatan) yang terlarang menurut adat atau kepercayaan, sedangkan menyerah adalah berserah; pasrah; kita tidak mampu berbuat apa-apa selain dari-kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Secara terminologi (menurut istilah), pantang menyerah adalah tidak mudah putus asa dalam melakukan sesuatu, selalu bersikap optimis, mudah bangkit dari keterpurukan. Dapat disimpulkan bahwa dalam sikap pantang menyerah mengandung unsur optimis, kerja keras, tidak mudah putus asa dan tidak takut akan kegagalan. Sikap tersebut penting dimiliki supaya tidak mudah patah semangat dalam menghadapi masalah dan menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihadapi bukan dihindari. Dalam pembelajaran, cara efektif penumbuhan sikap pantang menyerah adalah melalui teka-teki silang (TTS).

TTS adalah tabel berupa kotak-kotak kosong mendatar dan menurun yang didisain sedemikian rupa untuk tujuan tertentu. Sebenarnya, TTS merupakan bagian dari permainan bahasa. Namun, kita juga dapat menggunakannya sebagai media visual pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Melalui media TTS guru dapat merancang permasalahan yang harus dipecahkan peserta didik melalui soal-soal yang diberikan dengan tingkat kesukaran yang rendah, sedang sampai tinggi. Hal ini akan memancing peserta didik untuk berpikir memecahkan persoalan yang diberikan sekaligus mengasah sikap pantang menyerah.

Langkah-langkah membuat TTS yaitu pertama menentukan kisi-kisi atau materinya. Dalam hal ini tema bisa menggunakan pengetahuan agama secara umum. Langkah kedua membuat daftar kata sesuai dengan tema yang dipilih. Langkah ketiga menentukan pertanyaan sesuai dengan kata yang dipilih. Terakhir membuat kotak mendatar dan menurun bisa dengan manual atau menggunakan aplikasi.

Sebagai bagian dari permainan, selain dapat menghilangkan kejenuhan dan rasa malas, dengan bermain TTS diperoleh pengetahuan dan pengalaman. Pengalaman ini menjadi titik poin tujuan pembelajaran pada kompetensi Memahami Sikap Pantang Menyerah. Ketika mengerjakan TTS peserta didik diharuskan mengerjakan soal dan berpikir sedemikian rupa. Mereka akan mencoba apakah jawabannya sesuai dengan kotak yang disediakan. Jika salah, mereka tidak boleh menyerah tetapi harus mencari alternatif jawaban lain. Sikap untuk selalu mencoba dan terus berusaha merupakan karakter dari sikap pantang menyerah yang tumbuh tanpa disadari.

TTS menyuguhkan suasana pembelajaran yang menyenangkan, wajar dan alami. Dalam suasana yang demikian, pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan berlangsung secara natural karena siswa tidak digurui untuk bersikap pantang menyerah namun secara tidak langsung sikap tersebut sudah ditumbuhkan. Manfaat lainnya yaitu dapat melatih penguasaan kosakata dan ketrampilan membaca serta menciptakan pembelajaran yang variatif dan bermakna.


Naning Hidayah, S.Pd.I
Guru PAIBP SD Randugunting 5 Tegal