Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Tugas Proyek saat Libur Sekolah

Tugas Proyek saat Libur Sekolah

BERBAGI
Budi Hartanto, S.Pd. Guru SMP N 1 Giritontro, Wonogiri
Budi Hartanto, S.Pd. Guru SMP N 1 Giritontro, Wonogiri

JATENGPOS.CO.ID, – April sampai Juni merupakan bulan yang penuh kegiatan di lingkungan pendidikan, karena siswa SD/MI kelas 6, SMP/ MTs kelas 9, dan SMA/MA/SMK kelas IX melaksanakan Ujian Sekolah (US), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN). Sedangkan siswa kelas di bawahnya masuk siang bahkan diliburkan dengan dalih gurunya mengawasi ujian dan ruang kelasnya dipakai untuk kegiatan tersebut. Untuk mensiasati hal tersebut, banyak guru yang menyiapkan serangkaian pembelajaran untuk mengisi kegiatan siswa di waktu libur tersebut. Salah satunya yaitu dengan pemberian tugas proyek (penerapan pembelajaran berbasis proyek). Pembelajaran ini dapat diterapkan pada sekolah yang telah melaksanakan kurikulum 2013 maupun KTSP.

Pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kreatifitas, kemandirian, tanggung jawab, kepercayaan diri, berpikir kritis dan analitis ser permasalahan di masyarakat. rong kepekaan siswa terhadap ta dapat mendoPada pembelajaran berbasis proyek, lingkungan belajar didesain agar siswa dapat melakukan penyelidikan terhadap masalah-masalah autentik, termasuk pendalaman materi dari suatu topic mata pelajaran. Dengan demikian siswa akan memiliki kemampuan variatif atas jawaban nya. Terhadap nilai-nilai kebenaran Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa diberikan tu¬gas proyek yang kompleks, tetapi realistik, kemudia diberikan bantuan secukupnya agar dapat menyelesaikan tugasnya.

Pembelajaran berbasis proyek dalam konteks pembaruan di bidang teknologi pembelajaran dapat dipandang sebagai pendekatan penciptaan lingkungan belajar yang dapat mendorong siswa mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilan melalui pengalaman langsung. Tugas proyek dibangun berdasarkan ide-ide siswa sebagai bentuk alternative pemecahan masalah riil, dan siswa mengalami proses belajar pemecahan masalah secara langsung. Langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek antara lain: 1). Penentuan proyek. 2). Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek. 3). Penyusunan jadwal pelaksanaan proyek. 4). Penyelesaian tugas proyek. 5). Penyusunan laporan dan presentasi. 6). Evaluasi proses dan hasil proyek. Pembelajaran berbasis proyek dapat dimulai sebelum libur sekolah, sehingga pada saat libur sekolah siswa dapat menggunakan waktunya untuk menyelesaikan tugas proyek tersebut.

Sebagai contoh pemberian tugas proyek kepada siswa SMP kelas VII mata pelajaran IPA untuk mencari informasi tentang pembuatan tempe di daerah sekitar tempat tinggal siswa. Informasi yang dapat digali antara lain: cara membuatnya, besar modal awal yang diperlukan, proses pemasaran, besarnya keuntungan atau kerugiannya serta hambatanhambatan yang pernah ditemui oleh produsen tempe. Informasi diperoleh siswa melalui pengamatan saat pembuatan tempe dan wawancara dengan produsen tempe. Informasi berupa foto dan hasil wawancara dibuat menjadi sebuah laporan secara rinci dan lengkap untuk dipresentasikan di depan kelas. Pada saat presentasi setiap kelompok memaparkan laporan tugas proyek tersebut secara jelas dan rinci.

Dari kegiatan itu siswa menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat, misalnya bahan baku untuk membuat tempe yang sulit didapatkan dan harganya mahal, proses pemasaran tempe yang sulit serta hambatan-hambatan lain yang dihadapi oleh produsen tempe di daerahnya. Dengan pemberian tugas proyek selama libur sekolah diharapkan siswa lebih kreatif, mandiri, tanggung jawab, percayaan diri, dapat berpikirkritis dan analitis serta lebih peka terhadap permasalahan di masyarakat, sehingga hari-hari liburnya akan lebih bermanfaat.(*)

Budi Hartanto, S.Pd.

Guru SMP N 1 Giritontro, Wonogiri

BERBAGI