Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Ukir Cita-Cita dengan Baju Karir

Ukir Cita-Cita dengan Baju Karir

84
BERBAGI
Diah Hayu Caturingtyas S.Psi Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 6 Temanggung
Diah Hayu Caturingtyas S.Psi Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 6 Temanggung

Apa cita-cita mu?. Seringkali ketika seorang anak ditanyakan tentang cita- citanya tidak semua dapat menjawab dengan cepat. Sebenarnya apa yang disebut dengan cita- cita?. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia bahwa cita-cita itu sendiri memiliki arti keinginan atau kehendak yang selalu ada di dalam pikiran. Cita-cita adalah bagian dari perkembangan karier manusia. Cita-cita mencakup tujuan, sasaran atau impian yang hendak diwujudkan. Cita-cita membuat seseorang mengerahkan potensi dirinya secara maksimal.

Menurut Riyadi Slamet (2016:24) Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membangkitkan semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini. Sehingga cita – cita itu menjadi sebuah pemacu pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa adanya keinginan yang dapat membangkitkan motivasi untuk melangkah maju.

Bimbingan dan konseling dalam lingkungan sekolah memiliki peranan salah satunya memberikan bimbingan dalam pengembangan keoptimalan peserta didik dalam kehidupan kedepan atau berkelanjutan. Jika potensi tersebut dapat kita arahkan maka seorang peserta didik dapat menentukan cita-cita yang akan ditujunya dengan mudah. Ada kalanya peserta didik ketika diberikan pertanyaan tentang cita-cita yang diinginkannya hanya menjawab apa yang diketahuinya tanpa mengerti apa yang perlu dilakukan untuk menggapai cita-cita itu. Disinilah peranan guru bimbingan konselor untuk membimbing peserta didiknya dalam lebih memahami dan mendalami cita-cita yang akan ditujunya.

Untuk meningkatkan kesadaran pada peserta didik kelas tujuh dalam mengembangkan cita-citanya guru bimbingan konseling menggunakan metode role play. Menurut Sujana dalam Istrani (2011:70) menyatakan bahwa role play merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang menekankan pada kemampuan penampilan peserta didik untuk memerankan status dan fungsi pihak-pihak lain yang terdapat pada kehidupan nyata. Dimana dengan menggunakan metode ini, peserta didik diajak untuk memiliki keinginan belajar mengenal persyaratan-persyaratan yang harus dilalui untuk mencapai cita-cita yang diharapkan oleh peserta didik dengan menggunakan baju karir. Ketika seorang peserta didik menggunakan baju karir diharapkan peserta didik tergerak untuk mencari, mengeksplor serta mengembangkan pengetahuannya tentang cita-cita yang diinginkan. Seorang peserta didik mungkin dapat mengungkapkan cita-citanya sebagai seorang Tentara ataupun seorang polisi, tetapi belum tentu mengetahui persyaratan apa saja yang harus dipenuhi untuk dapat menjadi seorang tentara ataupun seorang polisi.

Setiap pada tanggal lahirnya peserta didik diharuskan menggunakan baju karir, dimana pada setiap bulannya terdapat sekitar dua sampai dengan empat peserta didik yang menggunakan baju karir. Pada saat peserta didik diminta untuk menerangkan atau menjelaskan kepada peserta didik yang lain tentang kegiatan dan persyaratan yang harus dilakukan untuk mencapai apa yang dicita citakan.

Dengan menggunakan baju karir peserta didik akan memiliki motivasi untuk mencari tahu persyaratan apa saja yang harus dipenuhi untuk mencapai cita-cita yang diinginkannya. Peserta didik juga akan termotivasi untuk berusaha mencapai kriteria-kriteria yang harus dicapai untuk memujudkan cita-citanya. Harapan ini dapat terwujud dengan selalu diingatkan dengan cara selalu mengenakan baju karir yang dicita-citakan.

Diah Hayu Caturingtyas S.Psi
Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 6 Temanggung

BERBAGI