Beranda Jateng UMS Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional

UMS Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional

BERBAGI
Bodil Rasmusson dari Lund University Swedia, aktivis Child Right Convention (CRC) dan ketua panitia, Mauly Halwat Hikmat memberi keterangan pada media untuk acara Launching Global Network Platform di Ruang Dekan FKIP UMS. Foto: ade ujianingsih/jatengpos

JATENGPOS.CO.ID. SUKOHARJO– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi tuan rumah seminar internasional kerjasama dengan Child Right Convention (CRC) Swedia, tentang hak anak.

Seminar yang digelar di Auditorium Moh Djazman UMS selama dua hari 21-22 April 2018, diikuti sekitar 400 peserta dari kalangan pendidik, dosen, LSM dan pemerintahan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Indonesia dalam hal ini UMS kembali menjadi tuan rumah seminar internasional tentang hak anak. Peserta seminar dari Indonesia, Malaysia dan Srilanka. Selain itu kami juga melaunching CRC Global Network yang akan dilakukan oleh Kedutaan Besar Swedia,” tandas Mauly Halwat Hikmat, ketua panitia seminar pada media di Ruang Dekan FKIP UMS, Jumat (20/4).

Dalam seminar ini akan menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri, yakni Bodil Rasmusson dari Lund University Swedia, aktivis Child Right Convention (CRC), Joham Hultquist kedutaan besar Swedia, Kimberly Bouchard dari Mongolia, Prof Michael Thompson dari Leeds University UK, Prof Endang Fauziati dari UMS dan Ari Yeppy Kusumawati dari Bappeda Surakarta.

Bodil Rasmusson, aktivis CRC menjelaskan bahwa Swedia terus menularkan hak hak anak untuk negara negara di dunia, dan berharap semua negara menjadi kota layak anak yang sesungguhnya, dimana hak anak dalam hal partisipasi, tumbuh kembang dan kepentingan harus diberikan secara seimbang. Bahkan dicontohkan, di Swedia ada komisi Ombudsman anak, dimana anak anak dilibatkan pendapatnya dalam program pembangunan.

Targetnya, imbuh Mauly, masing masing peserta yang nanti akan disebut sebagai agen hak anak mampu membuat program mengenai pemenuhan hak anak di Indonesia. Dicontohkan Mauly yang sudah bergabung dengan CRC beberapa tahun silam membuat program penanganan anak pasca bencana.

“Dalam seminar nanti kita share isu dan knowledge dari berbagai sisi misal teknologi, kesehatan dan lainnya, untuk kemudian dijadikan rumusan usulan pada pemerintah dalam mengambil kebijakan yang berhubungan dengan anak,” tandas Mauly. (dea/saf/biz/muz)

BERBAGI