Beranda Jateng Univet Bantara Terapkan Blended Cyber 

Univet Bantara Terapkan Blended Cyber 

BERBAGI
CUMLAUDE : Wisuda Univet Bantata Sukoharjo Maret 2018 menghasilkan 40 lulusan cumlaude. Foto : Jateng Pos/ Ade Ujianingsih

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Menapaki era digital disruption yang serba modern, Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) bakal menerapkan blended cyber yakni kombinasi perkuliahan e-learning dan tatap muka agar dapat menghasilkan wisudawan yang siap mengikuti perubahan jaman.

“Diprediksi lima tahun yang akan datang banyak jenis profesi yang hilang, artinya sudah tidak dibutuhkan lagi. Sementara jenis profesi baru belum bisa diketahui saat ini,” ungkap Rektor Univet Bantara, Prof Ali Mursyid di hadapan 315 wisudawan Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) di Auditorium Univet Sukoharjo, Sabtu (24/3)

Bukan suatu hal mustahil lanjut Rektor, kalau beberapa tahun ke depan jaman ini akan berimbas pada dunia pendidikan tinggi. Untuk itulah Univet Bantara bertekad menjadi perguruan tinggi yang futuristik dan antisipatif menghadapi jaman tersebut.

“Pada semester yang akan datang, Univet akan mengembangkan sarana e-learning, online learning, distance learning dan blended cyber. Program ini untuk mengantisipasi persaingan global dengan mulai beroperasinya cyber university atau online university di negara maju,” imbuh Rektor.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Prof  DYP Sugiharto yang hadir memberi sambutan kepada wisudawan mengharapkan mahasiswa lulusan perguruan tinggi swasta (PTS) tidak rendah diri bersaing dengan lulusan perguruan tinggi negeri (PTN).

Menurutnya, mahasiswa lulusan PTS dan PTN tidak ada perbedaannya. Perbedaan hanya pada kualitas dan mutu yang ditentukan oleh akreditasi program studi dan akreditas institusi.

“Saya mengajak, jadilah sarjana cendekia.  Menguasai ilmu dan berintegritas dengan melengkapi ijasah, IPK (indeks prestasi kumulatif),  penguatan karakter moral, kinerja, jujur, cerdas serta penguasaan literasi baru,” tegasnya.

Dari 315 mahasiswa yang diwisuda kali ini, ada 40 meraih predikat cumlaude dengan IPK tinggi. IPK tertinggj diraih Mutmainah, mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Dia berhasil meraih IPK 3.84.

“Ini menjadi hadiah terindah untuk almahum bapak yang telah meninggal saat saya kuliah memasuki semester dua,” ujar Mutmainah.(dea/drh)

BERBAGI