Beranda Jateng Solo Suasana Pandemi, UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Lewat Daring

Suasana Pandemi, UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Lewat Daring

10
DIKUKUHKAN : Dua guru besar UNS dikukuhkan melalui pengukuhan daring. Hal itu dilakukan mengingat saat ini masa pandemi Covid-19. Foto : Putri Wijayanti/Jateng Pos

JATENGPOS.CO.ID, SOLO – Pengukuhan  Prof. Dr. Tri Wiratno sebagai guru besar di bidang Ilmu Linguistik pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Prof. Dr. Wahyudi Sutopo sebagai guru besar di bidang Ilmu Teknik Industri pada Fakultas Teknik (FT) UNS, Rabu (15/7) dilaksanakan secara daring. Keduanya dikukuhkan langsung Rektor UNS, Prof Jamal Wiwoho.

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Tri Wiratno yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-222 UNS dan ke-25 FIB UNS. Sedangkan  menyampaikan pidato mengukuhan dengan judul “Menjalani dan Memaknai Hidup Melalui Teks dalam Perspektif Linguistik Sistemik Fungsional”. Ia mengatakan,  dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat melepaskan diri dari teks karena selalu menyertai manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.

“Lahir sudah ada akta Kelahiran, di dunia pendidikan apalagi, semuanya butuh teks. Bahkan saat masak pun ada yang baca petunjuk memasak yang juga bentuk teks. Semua itu bukti bahwa manusia selalu membutuhkan teks di sepanjang hayatnya. Persoalannya adalah bagaimana kita menciptakan dan menggunakan teks? Lebih jauh lagi, bagaimana kita menjalani dan memaknai hidup melalui teks? Karena Teks dapat menjadi wahana untuk berpikir dan berbuat secara positif, tetapi sebaliknya, sebagaimana yang terjadi di masyarakat akhir- akhir ini baik secara nasional maupun global, teks dapat pula menjadi alat untuk menyatakan kecaman dan hinaan bahkan memprovokasi dan berita bohong,” urainya.

Padahal yang diharapkan adalah yang disebutkan pertama. Secara positif, teks dapat menjadi wahana untuk menjalani hidup dan membuat hidup lebih bermakna. “Dalam menciptakan dan memanfaatkan teks, hendaknya pihak-pihak yang terkait menghindari konfrontasi dan mendekatkan kolaborasi. Disarankan, di dunia pendidikan, peserta didik hendaknya dapat dilibatkan secara aktif untuk menciptakan dan menggunakan teks secara bijak dengan memilih kata-kata dan formulasi gramatika yang tepat sesuai dengan konteks sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat,” imbuh Prof. Tri Wiratno.

Sedangkan Prof. Dr. Wahyudi Sutopo yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-223 UNS dan ke-14 FT UNS menyampaikan pidato mengukuhan dengan judul “Tantangan dan Solusi Komersialisasi Inovasi Baterai Lithium”. Ia memaparkan, berbagai luaran inovasi teknologi hasil penelitian dan pengembangan dari perguruan tinggi harus secara maksimal dapat dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan ekonomi melalui komersialisasi.  Tantangan dan persoalan produk, proses, inovasi,  dan bisnis,  dapat mengakibatkan tingkat kesiapan teknologi atau TRL dari inovasi yang dikembangkan gagal  memenuhi kriteria  pasar.

“Tantangan ini memotivasi saya, sejak tahun 2012 saya ikut terlibat dalam penelitian dan pengembangan baterai lithium dengan menekuni bidang kajian rekayasa rantai pasokan pada proses komersialisasi teknologi,” terang Prof. Wahyudi.

Dalam sambutannya, Prof. Jamal mengatakan bahwa kehadiran dua  guru besar baru ini, tentu akan menambah pundi-pundi jumlah guru besar UNS menjadi 223 orang, dimana 124 orang diantaranya merupakan guru besar aktif.

“Terus terang saya bangga dengan lahirnya guru besar baru UNS, karena kehadiran beliau berdua tentu akan memberikan angin segar berupa penguatan bidang riset dan inovasi yang merupakan salah satu garda utama menyongsong langkah UNS mewujudkan mimpi besarnya masuk dalam 500 ranking dunia,” terang Prof. Jamal. (jay/bis/rit)