Beranda Hukum & Kriminal Usai Karaoke Dikeroyok Puluhan Pemuda, Uang dan Ponsel Dirampas

Usai Karaoke Dikeroyok Puluhan Pemuda, Uang dan Ponsel Dirampas

97
BERBAGI
Ilustrasi

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Yogyakarta Ade Prasetyo (23), warga Jalan Lamper Mijen, RT 03 RW 06, Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, mengalami luka-luka akibat dikeroyok sekitar 20 orang tidak dikenal. Kejadian itu dialami usai ia karaoke di Mutiara Karaoke Jalan Sendowo kawasan Blerok, Kota Semarang, Rabu (22/11) dini hari.

Akibat dari insiden tersebut, korban tidak hanya menderita luka di sekujur tubuh, namun juga kehilangan dompet berisi uang tunai dan telepon seluler (ponsel).

Peristiwa tersebut telah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Berdasarkan keterangan korban kepada petugas SPKT, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 03.30. Saat itu korban hendak pulang usai karaoke di Mutiara Karaoke.

“Mau pulang tapi ingat kalau rokok elektrik ketinggalan. Lalu kembali lagi ke dalam ruangan (room karaoke, red) untuk mencari dan menanyakan ke karyawan karaoke. Kata karyawan tidak ada barang yang tertinggal,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada petugas SPKT Polrestabes Semarang, kemarin.

Setelah itu korban keluar dari tempat karaoke. Sesampainya di tempat parkir karaoke, tiba-tiba korban dikerumuni oleh banyak orang. Diduga gerombolan tersebut terdiri dari 20 orang. Gerombolan itu langsung memukul dan mengeroyok korban.

Mendapat serangan mendadak korban tidak berkutik. Ia tidak sempat membalas serangan dan berusaha untuk menyelamatkan diri. Beruntung ia berhasil lepas dan lari. Ia kemudian sembunyi dibantu oleh tukang becak di sekitar lokasi.

“Tiba-tiba dikeroyok. Dipukul, ponsel diminta paksa, uang di dompet sejumlah Rp 350.000 juga diminta. Saya tidak tahu orang-orangnya, banyak yang memukul,” jelasnya kepada petugas.

Setelah insiden tersebut, korban langsung melapor ke SPKT Polrestabes Semarang. Sebelum laporan diterima, petugas meminta korban untuk melakukan visum di rumah sakit. Hasil visum tersebut dilampirkan sebagai tanda bukti pelaporan. (har/muz)