Beranda Sekolah Hebat Opini Guru Video Animasi Tingkatkan Pemahaman Materi “Thaharah”

Video Animasi Tingkatkan Pemahaman Materi “Thaharah”

386
Muhammad Ghufran Mujab Guru PAI SMP Negeri 6 Temanggung, Jawa Tengah
Muhammad Ghufran Mujab Guru PAI SMP Negeri 6 Temanggung, Jawa Tengah

Seiring berjalannya waktu, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang yang mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan teknologi informatika di segala bidang. Salah satunya dalam dunia pendidikan yang dipakai sebagai media pembelajaran. Dalam proses pemilihan media pembelajaran, guru dituntut mampu menggunakan media yang sesuai dengan perkembangan zaman yang diarahkan untuk pembelajaran kreatif agar mampu menghidupkan suasana belajar peserta didik. Media pembelajaran menurut Djamarah (2002:140) dikelompokkan menjadi  media auditif yaitu media yang mengandalkan kemampuan suara saja, media visual merupakan media yang mengandalkan indera penglihatan karena hanya menampilkan gambar diam dan media audiovisual yang mempunyai unsur suara dan gambar.

Dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, pemanfaatan media pembelajaran khususnya video sangat diperlukan. Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi multimedia mampu memberi kesan yang baik dalam bidang media pembelajaran karena dapat mengintegrasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Video animasi yang masuk pada kategori media audiovisual merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menjembatani pembelajaran Pendidikan Agama Islam khususnya materi “Thaharah” agar lebih menarik dan menstimulas keaktifan peserta didik. Dengan media ini peserta didik yang biasanya kesulitan memahami materi “Thaharah” yang mempunyai tingkat kompleksitas tinggi akan teratasi dengan baik.

Keunggulan menggunakan media video seperti yang disampaikan Rusman (2012: 220) mengungkapkan beberapa kelebihan yang dimiliki media video diantaranya memberikan pesan yang dapat diterima lebih merata oleh peserta didik, sangat tepat digunakan untuk menjelaskan suatu proses, dapat diulang atau dihentikan sesuai kebutuhan, serta memberikan kesan yang mendalam yang dapat mempengaruhi sikap siswa. Untuk mendukung penggunaan media pembelajaran ini dipilih model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang menekankan pada masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru (Suradijono, 2004).

Pada tahap awal pelaksanaan pembelajaran peserta didik disajikan video tentang Hadas besar dan kecil kemudian disajikan beberapa masalah yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, yaitu membedakan hadas kecil dan besar serta cara mensucikan dari keduanya. Sebagai bahan diskusi dilanjutkan dengan menganalisa permasalahan dari segi pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dan mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab untuk menjelaskan permasalahan. Langkah selanjutnya peserta didik melakukan diskusi untuk menemukan alternatif pemecahan masalah dengan mencari pada sumber belajar misalnya dari buku paket maupun sumber belajar yang lain. Pada tahap selanjutnya peserta didik menulis laporan dan presentasi hasil yang telah mereka dapatkan yakni konsep yang terkandung dalam permasalahan dan penyelesaian yang mereka ajukan. Tahap terakhir yaitu pengembangan materi yakni mengembangkan materi yang akan dipelajari lebih lanjut dan mendalam.

Dengan pembelajaran menggunakan video animasi yang dipadukan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi “Thaharah” dan suasana belajar lebih menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari beberapa peserta didik yang pasif menjadi aktif saat pembelajaran dan  meningkatnya kegairahan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan yang disampaikan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Robiatul Adawiyah (2011:17) yang menyimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media video mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam. Adapun kekurangan dari media pembelajaran video animasi ini, membutuhkan waktu lama dalam pembuatannya. Namun ini dapat diatasi dengan meluangkan waktu khusus dalam pengerjaan video atau dapat saja memanfaatkan karya orang lain dengan mencari di situs web berbagi video seperti youtube.

Muhammad Ghufran Mujab

Guru PAI SMP Negeri 6 Temanggung, Jawa Tengah