Beranda Semarang Walikota Semarang Sidak Pabrik Pakan Ternak

Walikota Semarang Sidak Pabrik Pakan Ternak

665
Walikota Semarang Hendrar Prihadi menunjuk sejumlah karung pakan ternak yang diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan sekitar kawasan industri Candi. FOTO : SIGIT HERMAWAN/JATENGPOS

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi kembali melakukan sidak. Kali ini walikota yang akrab disapa Hendi ini menuju sebuah pabrik pakan ternak di Kawasan Industri Candi Kelurahan Purwoyoso Kecamatan Ngalian Semarang.

Menggunakan mobil berplat hitam, Walikota sempat mengagetkan beberapa karyawan yang beraktifitas di PT Havindo Pakan Optima tersebut ketika turun dari mobilnya. Beberapa security juga terlihat berlarian masuk ke dalam pabrik untuk berkoordinasi dengan rekan-rekannya.

Begitu masuk ke dalam pabrik, Walikota berjalan cepat menuju ke sebuah tumpukan karung pakan ternak yang sudah dikemas. Dengan teliti, Hendi memeriksa satu per satu karung tersebut. Hal ini untuk menindaklanjuti laporan bahwa ada kutu yang dihasilkan dari pengolahan pakan ternak itu.

“Sudah diminta berhenti sementara untuk fumigasi (pengendalian hama) kan? Sudah dilakukan kan? tapi ini kutunya kok masih ada,” ucap Hendi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang mendampinginya.

Gunawan mengamini temuan Hendi tersebut. “Kasihan pabrik-pabrik di sebelah, ada yang produksi makanan dan pakaian jadi terganggu,” ujar walikota. Tak berselang lama datang seorang pria yang merupakan pemilik pabrik tersebut bersama beberapa stafnya menghampiri Hendi.

Setelah bersalaman, pemilik menunjuk ke arah beberapa tumpukan karung yang telah dibungkusnya dengan plastik agar kutu tidak tersebar. Pemilik pabrik menjelaskan kalau sudah melakukan upaya pengendalian hama agar tidak mengganggu pabrik-pabrik sekitarnya.

Dia lantas mengajak Hendi berkeliling pabriknya untuk memastikan kalau sudah berupaya maksimal mengendalikan kutu. Merasa cukup mendapatkan penjelesan, Hendi kemudian berjalan keluar pabrik itu.

Ketika ditanya perihal inspeksi mendadaknya tersebut, walikota mengatakan apa yang dilakukan adalah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem kegiatan bisnis di Kota Semarang yang sudah berjalan dengan baik.

“Bukan sidak, ini ngajak rembugan, baiknya gimana, upayanya gimana, jangan sampai ada yang dirugikan, kita juga inginnya pabrik ini tidak merugi, tapi bagaimana caranya, ini kan yang harus dicari,” tutur Hendi.

“Misalnya kalau sudah dilakukan fumigasi tapi tetap ada kutunya, kalau relokasi bagaimana ? Kalau keberatan relokasi, caranya gimana supaya pabrik di sekitarnya tetap bisa beraktifitas normal dengan tidak terganggu kutu-kutu yang ada,” tegasnya. (sgt/mg8)