Beranda Semarang Walikota Semarang Terima Sambat Warga

Walikota Semarang Terima Sambat Warga

BERBAGI

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi berjalan kaki menyusuri Kampung Lempongsari, Gajahmungkur. Warga tampak sudah bersiap di depan rumahnya menyambut kedatangan orang nomor satu di kota lumpia tersebut. Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menyambangi warga satu demi satu.

Salah satunya adalah warga bernama Misbonyluth. Dia mengatakan kepada Hendi bahwa dirinya baru saja terkena musibah longsor. Benar saja, rumahnya di RT 5 RW 1 Kelurahan Lempongsari tersebut terlihat tertimbun tanah akibat hujan deras yang melanda Kota Semarang beberapa hari lalu.

Merespon cepat, Hendi langsung memberikan bantuan sejumlah uang guna untuk melakukan rehab rumah. Tak hanya itu, walikota meminta BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Semarang untuk memberikan bantuan.

Bukan kali pertama, kegiatan ‘ngider’ kampung ini dilakukannya hampir setiap hari. Dia mengatakan saat ini sudah bukan lagi jamannya warga yang mendatangi pemerintah, tetapi pemerintah yang mendatangi warga.

“Kalau untuk sambat, warga harus datang ke kantor-kantor pemerintah dulu, harus ngisi buku tamu dulu, harus nunggu lagi dan seterusnya, pasti akan menyulitkan sekali, karena itu untuk mempermudah, kita yang ‘ngider’, kita yang keliling,” jelas Hendi.

Sebelumnya Hendi juga ‘ngider’ Kelurahan Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang. Di Kalipancur, disambati warga terkait kurang berfungsinya sistem drainase mengakibatkan adanya beberapa genangan saat terjadi hujan.

Mendengar hal tersebut, Walikota yang juga politisi PDI Perjuangan ini langsung memeriksa sejumlah saluran. Kesimpulannya kapasitas tampung saluran tak mampu mengalirkan air dengan volume yang sangat besar akibat hujan deras beberapa hari kebelakang ini.

Walikota meminta Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang melakukan pembongkaran saluran tersebut untuk dibenahi. “Tadi saya minta ke sedulur-sedulur PU, targetnya satu minggu harus benar, karena hujan masih terus terjadi, jadi tidak bisa ditunda-tunda,” tegas Hendi. (sgt)