Beranda Jateng Warga Belum Puas Upaya Limbah Bau PT RUM

Warga Belum Puas Upaya Limbah Bau PT RUM

353
MEMANAS: Warga sempat bersitegang dengan aparat karena dilarang membentangkan spanduk. Bupati Sukoharko dalam pertemuan Muspida dengan warga masalah limbah PT RUM.
MEMANAS: Warga sempat bersitegang dengan aparat karena dilarang membentangkan spanduk. Bupati Sukoharko dalam pertemuan Muspida dengan warga masalah limbah PT RUM.

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Pertemuan musyawarah pimpinan daerah (Muspida) Sukoharjo bersama warga Nguter dan PT Rayon Utama Makmur di Gedung Pertemuan Ibu Dastuti, Kelurahan Gupit, Kecamatan Nguter, Selasa (9/1), berlangsung tegang. Bahkan Bupati Sukoharjo Wardoyi Wijaya sempat terpancing emosi lantaran saat ia berbicara, warga yang berada di dalam forum meneriaki apa yang ia sampaikan.

“Saya ini Bupati, kalau saya ngomong harus didengarkan. Jangan diteriaki seperti itu. Jujur saya tersinggung ini. Dengarkan baik – baik dulu, kemudian disimpulkan. Jangan memotong seenaknya,” tandas Wardoyo Wijaya diatas podium sembari berteriak emosi.

Kembali ia menegaskan bahwa ia tidak segan menutup pabrik PT RUM jika memang mengeluarkan limbah beracun. Namun ia juga akan bertindak fair saat apa yang dituduhkan warga tidak terbukti, yakni saat limbah yang dikeluarkan diolah dan tidak berbahaya maka PT RUM tetap dipersilahkan beroperasi.

“Pemerintah tidak diam. Kami sudah bentuk tim independen bersama ahlinya dari UNS untuk mengatasi permasalahan bau itu. Tim itu menguji sampel limbah air maupun udara. Kita tungu hasilnya. Kalau memang ditemukan beracun, saya akan tutup PT RUM, tapi kalau tidak, jangan gege mongso (membuat masalah),” tandasnya.

Pertemuan dihadiri sekitar 700 warga perwakilan dari RT daru seluruh desa diwilayah Kecamatan Nguter. Hadir pula pada pertemuan tersebut Kapolres Sukoharjo, Dandim Sukoharjo, ketua PN, Kepala Kejaksaan, Ketua DPRD, BLH Propinsi, tim ahli lingkungan dari UNS dan Presdir PT RUM Pramono.

Tim Independen dari ahli lingkungan UNS, Dr. Prabang Setyono yang dilibatkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, membeberkan hasil penelitian sementara yang sudah dilakukan, yakni bahwa limbah yang dihasilkan PT RUM masih dibawah ambang baku mutu, alias belum berbahaya.

“Hasil penelitian kami limbah masih dibawah ambang batas baku mutu. Tapi masih akan kita teliti lagi, kita upayakan untuk lebih meminimalisir bau limbah,” tandas Prabang.

Sepertinya warga tidak mau menerima penjelasan Prabang, bahkan dalam sesi tanya jawab ada sejumlah warga yang tidak mau tahu apapun caranya agar PT RUM tidak lagi mengeluarkan bau.

Pramono, Presdir PT RUM juga menyatakan pihaknya terbuka dengan kritik dan saran. Diakui bahwa saat ini PT RUM masib tahap penyempurnaan pengolahan limbah produksi, dan berharap masyarakat sabar.

“Kami mendirikan perusahaan ini untuk kesejahteraan bersama, kami mohon masyarakat bersabar biarkan kami menyelesaikan proyek penanganan limbah sampai selesai,” tandas Pramono.

Sementata itu Bejo Prabowo (58), warga Pengkol Nguter mengaku kecewa dengan pertemuan tersebut, karena ia menganggap tidak memberikan keputusan yang berpihak pada warga.

“Pertemuan ini tidak ada hasilnya, belum menjawab pertanyaan warga, yang kami butuhkan penyelesaian bau yang mengganggu,” tandas Bejo usai pertemuam. (dea/saf)