Beranda Politik Warga Berebut Minta Pengasapan di Kampungnya

Warga Berebut Minta Pengasapan di Kampungnya

Henry Kampanyekan PHBS Cegah DBD

111
BERBAGI
Henry Indraguna melakukan fooging sendiri di desa Triyagan Mojolaban Sukoharjo.
Henry Indraguna melakukan fooging sendiri di desa Triyagan Mojolaban Sukoharjo.

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Selama bulan Januari di Kabupaten Sukoharjo sedikitnya ditemukan enam kasus DBD. Hal tersebut membuat banyak warga yang was-was, apalagi mengingat cuaca yang tidak menentu membuat nyamuk mudah berkembang biak. Alhasil, banyak warga yang minta dilakukan fogging atau pengasapan di lingkungannya, dengan alasan untuk antisipasi meskipun belum ditemukan kasus DBD.

“Akhir akhir ini banyak nyamuk, warga takut kena DB, tahun lalu ada yang kena. Sebagai antisipasi kami minta di fooging, kalau lewat pemerintah pasti tidak boleh karena belum ada kasus DB, dan keinginan kami direspon oleh salah satu partai, kami bersyukur sekali bisa ada fogging di kampung kami,” kata Sardiyono, ketua RW 7 desa Triyagan, di sela kerja bakti dan fogging, Minggu (10/2).

Fogging dilakukan di dua RW yang mencakup 6 RT, selain itu warga juga mendapat pengertian dan pemahaman mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yakni menjaga kebersihan lingkungan dengan menyingkirkan tempat yang memungkinkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Henry Indraguna, politisi dari Partai Perindo yang merespon dan memfasilitasi fogging di desa Triyagan mengatakan, pihaknya sangat peduli pada kesehatan masyarakat.

“Saat ini yang marak penyakit DBD, banyak permintaan bantuan fogging pada kami dan kami respon dengan cepat. Ada puluhan permintaan fogging dan kami sudah keliling ke banyak tempat di Sukoharjo, Boyolali dan tempat lain,” kata Henry, yang juga caleg Perindo DPRRI dari Dapil V Jateng.

Pada kesempatan terse but, Henry tak canggung turun membawa mesin fogging sendiri dan keliling ke beberapa rumah untuk di fogging. Mesin fogging tersebut milik partai sendiri, sebagai upaya reaksi cepat melayani kesehatan masyarakat.

“Kita punya mesin sendiri, jadi bisa cepat bergerak merespon permintaan warga untuk pencegahan DBD. Kita selaku tanamkan pemahaman lebih baik mencegah dari pada mengobati,” imbuhnya,

seraya menambahkan selain fogging, ia juga menyiapkan kegiatan penyehatan masyarakat dengan program donor darah dan pengobatan massal. (dea/rit/bis)

BERBAGI