Beranda Jateng Pantura Barat Warga Desak Stop Dump Truk PT Waskita Proyek Tol  Batang – Pemalang

Warga Desak Stop Dump Truk PT Waskita Proyek Tol  Batang – Pemalang

1060
BERBAGI
Warga memasang bamboo dan kayu di bahu jalan Raya Masin Warungasem.

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Warga Desa Masin Kecamatan Warungasem mendesak agar PT Waskita menghentikan lalu lalang  dump truk pengangkut tanah selama sepekan kedepan. Itu sebagai tanda PT Waskita ikut berkabung atas meninggalnya warga Maulida Desa Masin akibat tertabrak dump truk PT  Waskita. Bagimana ?

Kades Masin Sugiato membeberkan, pemerintah desa tidak bisa mencegah atau menghentikan aksi warga  yang memblokir jalan. Sebab, wargaDesa Masin  Kecamatan Warungasem masih marah pada sopir sopir dump truk pengangkut material tol. “Kami minta PT Waskita menghentikan aktivitasnya selama  seminggu di akses jalan di Desa Masin. Itu juga sebagai tanda berkabung,” terang Kepala Desa Masin, Sugianto saat pertemuan dengan PT Waskita serta Kapolres Batang di Balai Desa Masin pada Senin (4/12) siang.

Senada, family korban, Mustofa yang juga warga Desa Masin  menganggap, armada pengangkut matrial proyek jalan tol yeng melewati  Desa Masin sampai Desa Cepagan, Kecamatan Warungasem selalu ugal-ugalan membahayakan warga dan over muatan.  Selain itu, juga tidak pernah ada kejelasan ganti rugi  terhadap kerusakan yang terjadi akibat proyek tol. Kades Masin  juga mendesak agar PT Waskita bertanggung jawab terhadap keluarga korban. Warga menuntut perbaikan jalan yang rusak dan penerangan jalan pada akses lintasan jalan menuju Tol Batang-Pemalang di Desa Masin Kecamatan Warungasem.

Menanggapi hal ini, perwakilan PT  Waskita yang datang berjanji akan menyampaikan tuntutan warga ke pimpinanya. Yang jelas, PT Waskita berjanji akan  memperbaiki kerusakan jalan jika proyek tol sudah  selesai pada Maret 2018. Sementara, hingga Senin (4/12) siang, warga masih memblokir akses jalan Tol Batang-Pemalang dengan bamboo, kayu, bangku dan batu batu.  Sebelumnya, pada Minggu (3/12) malam. Warga juga mrusak dump truk dan kendaraan milik PT Waskita.  Aksi pemblokiran akses jalan Tol Batang-Pemalang tersebut dipicu  kecelakaan antara sepeda motor Nopol G 5611 CC dengan dump truk pengangkut tanah Nopol  H 1365 NW  milik PT Waskita yang menewaskan  Maulida Arifiyati (19) warga Desa Masin. Warga meletakan kayu, palangan bambu dan batu ditengah  jalan agar tak bisa dilewati truk. Akibat pemblokiran akses jalur Tol Batang-Pemalang, aktivitas truk pengangkut tanah untuk pengurukan proyek tol berhenti total.

Sedangkan jenasah  Maulida (19) warga Desa Masin sudah dimakamkan pada  Senin (4/12) pagi di Tempat Pemakaman Umum Desa Masin Pemakaman diikuti ratusan warga Desa Masin dan sekitarnya.  Puluhan anggota Polsek Waruingasem dan Polres Batang juga tampak berjaga jaga. Tampak Kapolres  Batang, AKBP Edi Suranta Sinulingga  ikut menghadiri proses pemakaman korban. Setelah proses  pemakaman, Kapolres lalu  berusaha melakukan mediasi antara keluarga korban, warga Desa Masin  dan PT Waskita. “Kita berusaha memediasi keluarga korban, warga Desa Masin  dengan pihak PT Waskita,” ujar Kapolres Batang.(dik)